Australia Akan Investasi A$300 Juta Untuk Infrastruktur di Indonesia

Minister Konselor bidang Ekonomi, Investasi dan Infrastruktur, Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Steven Barraclough mengatakan Australia telah memutuskan untuk mendukung program infrastruktur berjangka sepuluh tahun senilai A$300 juta di Indonesia.

Menurutnya, ini merupakan program lanjutan pasca program Indonesia Infrastructure Initiative (IndII) yang telah berjalan selama delapan tahun dan kini telah selesai dengan hasil berupa pembangunan jalan dan hibah air minum. Rincian pencapaiannya antara lain lebih dari 200 wilayah di Indonesia telah menerima layanan air dan sanitasi yang lebih baik. Kedua, 20% sambungan pipa air baru yan gterpasang telah didanai oleh Hibah Air Minum, yang bisa dimanfaatkan untuk 1,8 juta pengguna. Dibidang transportasi, pertama melalui program tersebut telah dihasilkan A$23 juta untuk pembangunan infrastruktur bus baru dan bantuan teknis senilai A$3,8 juta kepada Trasnjakarta. Kedua, terciptanya model pendanaan pemeliharaan jalan berbasis kinerja yang telah meningkatkan kualitas jaringan jalan di Nusa Tenggara Barat.

Selanjutnya, melalui investasi sebesar A$300 juta tersebut akan digunakan untuk kelanjutan pembangunan dan pemeliharaan semua infrastruktur yang telah dicapai melalui IndII. “Investasi ini mewakili investasi dalam kemitraan ekonomi Australia dan Indonesia,” ujar Barraclough.

Deputi Bidang Infrastruktur, Bappenas, Wismana Adi Suryabrata mengatakan bahwa ini telah menjadi kemitraan yang produktif dan dinamis. “Program ini menjadi katalisator pembangunan infrastruktur di berbagai sektor, terutama bidang transportasi dan sumber daya air,” kata Wisman. Dalam pelaksanaan investasinya, program ini melibatkan secara aktif stakeholder yang ada di masing-masing wilayah, sehingga dana yang alirkan dan infrastuktur yang dibangun sesuai dengan kebutuhan wilayah setempat.

Belajar dari keberhasilan program ini, ke depan pemerintah Indonesia akan siap mereplikasi dengan pendanaan sendiri melalui APBN. “Sekarang di APBN sudah dimasukan ada dana hibah,” ujarnya. Pemerintah telah menyiapkan sampai A$ 1 miliar sampai 2019 untuk menyediakan sambbungan air hingga tiga juta rumah tangga.

Program sanitasi juga akan berlanjut sampai 2019, dan diperkirakan akan memberikan manfaatkan bagi 300 ribu orang Indonesia, melalui 55 ribu koneksi pipa sanitasi. Kemudian untuk transportasi akan dikembangkan rencana utama dengan Bina Marga untuk membangun lebih dari 9.400 km jalan baru yang lebih baik pada tahun 2034.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)