Bank Indonesia Resmikan Renovasi Museum Bergaya Millenial

Bank Indonesia (BI) baru saja meresmikan pembukaan Museum BI setelah renovasi di Jakarta, Jumat (2/11/2018). Renovasi tersebut dilakukan agar museum bisa menarik minat anak muda untuk berkunjung melalui tampilan berbasis teknologi.

Mirza Adityaswara, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, menyampaikan bahwa museum bagi BI merupakan alat untuk berkomunikasi. “Selain bercerita tentang sejarah bank sentral dan uang, Museum BI juga bercerita tentang kebijakan, bagaimana kebijakan bank sentral di berbagai situasi ekonomi yang dihadapi bangsa pada periode 2004-2016. Meski begitu, sejarah BI pada zaman dahulu pun tetap ada,” ujarnya.

Renovasi yang dilakukan, tutur Mirza, cocok untuk generasi milenial. Pasalnya, display yang disematkan pada museum sudah technology driven. “Hal yang juga penting bagi BI adalah urusan nilai tukar. Nilai tukar itu banyak disebabkan oleh devisa keluar masuk, terutama kalau devisa kurang. Kalau devisa kurang, nilai tukar melemah,” tuturnya.

Ia menambahkan, kegiatan pariwisata adalah kegiatan yang menambah devisa dan museum adalah unsur penting dari pariwisata. “Kami berharap museum BI bisa menjadi kebanggaan Indonesia yang tidak hanya menjadi edukasi masyarakat Indonesia, tapi juga bisa menjadi salah satu tempat yang dikunungi wisatawan dari luar negeri karena bisa menghasilkan devisa dan lapangan kerja.”

Museum BI mengemas informasi secara menarik berbasis teknologi. Misalnya saja, untuk memberikan edukasi mengenai inflasi, BI menyajikan displai interaktif yang menampilkan ilustrasi bergerak di dinding. Di sisi lain, terdapat permainan simulasi cashless payment yang memungkinkan pengunjung memahami bagaimana kerja pembayaran non-tunai. Beberapa sudut menampilkan displai video dalam layar televisi dengan headphone yang tersedia di bawahnya.

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)