BenQ Kembangkan Produk Video Conference

Gaya kerja modern kini mengarah kepada fleksibilitas yang diminati generasi milenial. Tak ayal, segudang fasilitator kerja kontemporer tumbuh subur di Indonesia. Sebut saja coworking space, yang pertumbuhannya kerap meningkat.

Selain suasana kerja, disrupsi juga terjadi pada sektor penyedia alat perkantoran. BenQ Melihat peluang tersebut dan berkolaborasi dengan Logitech serta Zoom menggagas video conference Simplifying Collaboration. Solusi ini dianggap mampu mempermudah kegiatan rapat serta komunikasi jarak jauh.

Dalam kolaborasi tersebut, BenQ berperan sebagai produsen visual dengan membawa rangkaian seri Interactive Flat Panels (IFP) yang dapat bersinergi dengan banyak jenis perangkat video conference lain, seperti kamera dan software video conference.

Ardyanto Wijaya, Managing Director PT BenQ Teknologi Indonesia (BenQ) menyampaikan, “Kami senang dapat berkolaborasi dengan brand-brand besar dalam dunia video conference seperti Logitech dan Zoom untuk menyediakan solusi video conference terkini yang dapat mempermudah komunikasi maupun pembelajaran jarak lajuh di dunia korporasi dan pendidikan.”

Ia juga mengklaim bahwa pangsa pasar BenQ menduduki peringkat satu pada kuartal IV tahun 2018. “Kami juga menyambut baik agenda pemerintah Indonesia terhadap dunia pendidikan, utamanya pendidikan tinggi yang salah agendanya adalah implementasi pembelajaran jarak jauh dan digitalisasi pendidikan. Hal tersebut sejalan dengan kebutuhan industri saat ini, konsep yang kami hadirkan di rangkaian solusi kami juga mengusung konsep digitalisasi dengan digital cloud whiteboard sebagai fitur utama untuk mempermudah akses bahan ajar dan presentasi, ujar Andry, Rabu (20/2/2019).

Pada kesempatan yang sama, Ismail Maksum, Country Manager Logitech Indonesia memprediksi tren terbaru pada industri Video Conference (VC), yaknio keberadaan VC di setiap ruang rapat. “Teknologi Cloud and perangkat yang semakin terjangkau mendorong bisnis untuk melengkapi tiap ruang rapat dengan VC. Yang menarik adalah bahwa kita akan melihat evolusi ini dalam waktu lima tahun ke depan, seiring dengan perkembangan teknologi VR, 3D, dan bandwidth yang lebih besar.”

Menurut Ismail, langkah berikutnya adalah tentang bagaimana produsen menciptakan perangkat lunak cerdas untuk menciptakan pengalaman rapat yang lebih natural, bahkan lebih baik dari tatap muka.

Adapun paket bundle Simplifying Collaboration menurut Handry, Sales Director PT Kayreach System diperuntukkan untuk pelaku usaha UMKM, perusahaan rintisan, hingga enterprise. “Produk akan tersedia dalam waktu dekat dengan kisaran harga Rp 100 juta,” tutup Handry.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)