Bosch Rexroth Dominasi Industri Pulp and Paper Indonesia

Ronald E. Suurd, Direktur PT Bosch Rexroth

Grup Bosch berpartisipasi di Indonesia Mining Expo 2017 di JIExpo Kemayoran. Perusahaan asal Jerman ini memamerkan produk layanan yang mengedepankan solusi teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Bosch Rexroth salah satu bagian dari grup ini memperkenalkan kampanye connected hydraulics.  Produk unggulan ini menurut Ronald E. Suurd, Direktur PT Bosch Rexroth , merupakan cikal bakal industri 4.0 yang sangat kuat solusi digitalnya.  Maklum, industri 4.0 menuntut sistem hidrolik yang terkoneksi.

Sistem ini dapat meningkatkan kinerja mesin dan pabrik melalui pemantauan parameter kondisi mesin (condition monitoring) dan pemeliharaan prediktif (predictive maintenance). Untuk itu, Bosch menawarkan solusi terukur, mulai dari satuan mesin dengan pengecekan lokal, hingga sistem pemantauan berbasis cloud untuk seluruh area pabrik. Sensor akan memantau semua kegiatan operasional, sedangkan peranti lunak akan membantu menganalisis kinerja mesin, sebelum terjadi kerusakan.

“Kami punya motor hägglunds yang terkoneksi sistem connected hydraulics, yang bisa digunakan di industri pertambangan, pulp and paper, dan sebagainya. Semua mesin terhubung, kita bisa melihat performa dan tingkat keausan mesin dengan lebih teliti. Ini tentu akan meningkatkan efisiensi dan produktifitas kerja mesin,” terangnya. Untuk perusahaan tentu ini memudahkan perencanaan pemeliharaan mesin selanjutnya.

Pada pameran ini diperkenalkan hägglunds seri CB 280. Sistem penggerak langsung Hägglunds telah lama digunakan di berbagai bidang teknologi, dan terdiri dari unit penggerak, motor, serta sistem kontrol. Dengan desain yang kokoh serta ketahanan di medan yang berat dan menantang, motor Hägglunds CB 280 cocok untuk berbagai jenis alat berat, seperti mesin penggali (bucket wheel), mesin pemindah material (apron feeder), sabuk berjalan (conveyor belt), atau long drives di industri pertambangan. Sistem pengendali penuh untuk kecepatan dan torsi menghasilkan pekerjaan yang tepat dan lancar. Selain itu, desain yang praktis dan fungsi serba guna memberikan kebebasan kepada konsumen untuk merancang konfigurasi yang mereka inginkan.

“Kita bisa memonitor mesin secara remotik. Di Indonesia motor hägglunds seri CB6000 telah digunakan banyak industri besar. Tanpa menyebut angka penjualannya, yang jelas, untuk industri pulp and paper cukup besar, mesin kami dominan. Ada juga perusahaan mining yang menggunakan,” katanya. Bisa dibilang mungkin sekitar 500 unit hingga 1.000-an motor ini terinstal. Ronald mengatakan salah satu perusahaan lokal yang menggunakan adalah Grup Sinar Mas, sedang untuk perusahaan global antaranya Thyssenkrup dan Komatsu.

Dengan kondisi industri mining yang menurun drastis dalam beberapa tahun terakhir dijelaskan Ronald perusahaannya melakukan beberapa langkah strategis. “Kami lebih improve ke layanan, meningkatkan kapasitas layanan orang-orang kami dan menyasar industri yang di Indonesia sedang berkembang pesat seperti industri pulp and paper. Meski sektor minning menurun, pendapatan kami tahun lalu tidak turun, cenderung stagnan, tapi tahun ini mulai naik lagi,” terangnya.

Bosch dikenal sebagai perusahaan penyedia layanan dan teknologi global yang kuat di inovasi. Kini dengan makin kencangnya digitalisasi di setiap lini industri, Bosch juga terus mengembangkan produk layanan berbasis IoT (Internet of Things). “Berbagai produk dan layanan yang kami tampilkan kali ini ditujukan untuk dapat membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas pada berbagai kondisi operasional, seperti konstruksi maupun pertambangan. Fokus kami tahun ini adalah mempersingkat waktu produksi, serta menciptakan lokasi kerja yang lebih aman, hemat energi, dan produktif,” ujar Andrew Powell, Direkstur Pengelola Bosch Group di Indonesia.

Di Indonesia, produk Bosch sudah hadir sejak 1919. Pada Mei 2008 berdiri anak usaha Grup Bosch di Indonesia di bawah bendera PT Robert Bosch. Hingga saat ini kantor cabang Bosch ada di Surabaya, Medan, Balikpapan, Semarang dan Bali. Penjualan Bosch di Indonesia pada 2015 tercatat mencapai 81 juta Euro atau Rp 1,2 triliun dengan dominasi di sektor otomotif. Mempekerjakan lebih dari 200 karyawan, Bosch di Indonesia menyediakan berbagai produk dan solusi teknologi termasuk komponen, alat diagnostik dan perlengkapan otomotif, solusi hidrolik drive and control, peralatan rumah tangga, power tools, sistem keamanan dan solusi pemanasan.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)