BPD Siap Hadapi Fintech Memasuki Era Digital Banking

Ketua Umum Asbanda, Kresno Sediarsi, mengatakan, seiring perkembangan teknologi saat ini, industri perbankan sangat membutuhkan.

“Hadirnya fintech ini sudah seharusnya menjadi wake up call bagi BPD untuk kemudian bangun dan menangkapnya sebagai peluang. Tren jasa keuangan berbasis teknologi ini tentu tak bisa kita hindari, dan kita harus siap masuk ke dalamnya,” ujar Kresno di sela seminar nasional dengan tema “Perkembangan Fintech dan Kesiapan BPD dalam Memasuki Era Digital Banking” digelar oleh Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) di Bandung, 26-27 Agustus 2017.

Dijelaskan Direktur Utama Bank DKI itu, bahwa BPD memiliki peran yang strategis dalam rangka mempercepat pertumbuhan perekonomian dan pembangunan di daerah. Tugas pokok BPD yaitu mengembangkan perekonomian dan menggerakkan pembangunan daerah.

Adapun fungsi BPD adalah pendorong terciptanya tingkat pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat. Juga, pemegang kas daerah dan atau sebagai pengelola keuangan daerah, dan sebagai salah satu sumber pendapatan asli bagi daerah.

Saat ini sudah ada Surat Edaran dari Kementerian Dalam Negeri tentang Implementasi Transaksi Non Tunai pada Pemerintah Daerah, baik provinsi maupun pemerintah daerah kabupaten/kota. Sebagai Bank Pembangunan Daerah yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah diharapkan dapat mendukung Pemerintah Daerahnya masing-masing dalam implementasi transaksi non tunai ini.

Terkait dengan komitmen BPD seluruh Indonesia dalam implementasi transaksi non tunai tersebut, di akhir seminar nasional tersebut juga dilakukan prosesi secara simbolik penandatanganan MoU Implementasi Sistem Non Tunai Pengelolaan Keuangan pada Pemerintah daerah yang diinisiasi oleh Bank DKI.

Asbanda merupakan wadah bagi Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia (BPD-SI). Seminar ini sebagai wujud tindak lanjut BPD seluruh Indonesia dalam melakukan transformasi BPD yang telah diluncurkan pada tanggal 26 Mei 2015 oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, yang ditandai dengan penandatanganan komitmen oleh Direktur Utama, Komisaris Utama/Ketua Dewan Pengawas BPD seluruh Indonesia dan oleh gubernur seluruh Indonesia selaku stakeholder BPD, oleh Ketua DPRD Provinsi se Indonesia.

Para pimpinan lembaga tersebut berkomitmen untuk memperkuat BPD menjadi bank yang berdaya saing tinggi, kuat serta berkontribusi signifikan bagi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Dalam seminar tersebut hadir sebagai keynote speech Slamet Edy Purnomo, Deputy Komisioner Pengawas Perbankan IV OJK. Juga, Kresno Sediarsi, Ketua Umum Asbanda dan Direktur Utama Bank DKI; Muhammad Arifin, perwakilan Gubernur Jawa Barat; Ahmad Irfan, Direktur Utama Bank BJB; Pungky Wibowo, Direktur Group Pengembangan Sistem Pembayaran Retail dan Keuangan Inklusif BI; serta direksi dan komisaris BPD-SI.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)