2013, RBS Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5%

Masa menjelang pemilihan umum (pemilu)  tahun 2014 dipandang bisa memberikan insentif bagi perekonomian Indonesia. Karena, biasanya, pada masa tersebut, pengeluaran, seperti untuk kampanye, bisa mendorong kenaikan konsumsi domestik. Hal ini lantas menjadi salah satu dasar The Royal Bank of Scotland (RBS) dalam memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang dipandang mampu mencapai 6,5 persen tahun ini.

“Kami melihat tahun 2013, tingkat pertumbuhan Indonesia masih bisa mencapai 6,5 persen," terang Enrico Tanuwidjaja, ekonom RBS untuk Asia Tenggara, di Jakarta, Kamis (18/4/2013).

Enrico Tanuwidjaja, ekonom RBS untuk Asia Tenggara

Tahun lalu, ekonomi Indonesia hanya bisa tumbuh 6,2 persen. Namun, tahun ini, menurut RBS, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6,5 persen. Ada beberapa hal yang menjadi dasar bank asing ini dalam memprediksi hal itu.

Pertama, faktor pemilu yang akan berlangsung tahun 2014. Kedua yaitu peningkatan upah minimum buruh. Kenaikan upah minimum tentunya mendorong pengeluaran konsumsi pekerja meningkat. “Itu (kenaikan upah) akan memberikan support untuk konsumen untuk mampu meningkatkan private consumption spending," tambahnya.

Selain kedua itu, pengeluaran untuk infrastruktur yang makin tinggi juga turut berperan serta, mengingat pemerintah dan swasta sedang gencar-gencarnya membangun sejumlah infrastruktur, seperti bandar udara. “Upaya pemerintah menjelang pemilu 2014 mendatang, pengeluaran infrastruktur yang makin tinggi, serta peningkatan upah minimum pekerja sepertinya akan menjadi faktor kunci pertumbuhan tahun ini, dan kita mungkin akan melihat dampaknya pada kuartal ketiga dan seterusnya,” tandas Enrico.(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)