​70%​ ​Orang​ ​Indonesia​ ​Cari Informasi​ Keuangan​ ​di​ Internet

Yudistira Adi Nugroho, Industri Analyst-Finance, Google Indonesia (Kiri)

Google merilis hasil riset terbaru mengenai industri keuangan Indonesia dan cara nasabah mencari sekaligus memilih produk keuangan mereka.

Laporan Think Finance dari Google dan Kantar/TNS  memberikan gambaran tentang proses kompleks yang dilalui nasabah sebelum akhirnya melakukan pembelian. Survei dilakukan dengan 501 responden penggunan internet yang mengambil pinjaman pribadi atau mendaftar kartu kredit dalam periode satu tahun belakangan, dalam rentang usia 18-65 tahun.

Riset menunjukkan, peminjaman uang tengah menjadi tren d ikalangan masyarakat akhir-akhir ini. Menurut data yang diterbitkan oleh Google, telah terjadi kenaikan dua kali lipat terhadap kata kunci pinjaman uang dari tahun 2014 lalu. Dalam surveinya,  74% responden mengaku mengajukan aplikasi kredit atau pinjaman untuk kebutuhan darurat mereka, seperti sakit atau terkena musibah. Sementara itu, 26% nasabah mengajukan aplikasi pinjaman atau kredit untuk peristiwa besar dalam hidup mereka, seperti pernikahan dan melahirkan anak.

Sementara itu, 83% responden mengaku tidak memiliki kekurangan informasi tentang cara mengajukan permohonan kartu kredit. Uniknya, 6%-nya cenderung tidak mencari informasi di situs perusahaan keuangan. Yudistira Adi Nugroho, Industri Analyst-Finance Google Indonesia, menyebut, hal ini terjadi lantaran situs resmi perbankan tidak memberikan informasi yang jelas mengenai produk mereka.

“Penting saya kira dunia perbankan lebih memberikan informasi yang jelas di website mereka dan mulai serius dalam menggarap service di ranah digital. Contoh, memunculkan experience yang sama di desktop dan mobile. Temuan lain survei adalah sebanyak 85% pencarian produk pinjaman terjadi melalui smartphone, lalu menyediakan pelayanan costumer service secara online,” ujar Adi di Jakarta (18/10/2017).

Temuan lain, Adi menyebut, kini nasabah sudah semakin pintar dalam memutuskan produk mana yang akan mereka pilih, dengan melakukan komparasi antara produk yang ditawarkan institusi perbankan dengan referensi dari kelurga atau teman dan review serta rating dari internet. Tercatat, 54% atau separuh dari orang Indonesia mengatakan bahwa mereka mencari informasi untuk membantu menyaring opsi dan menemukan produk terbaik.

Ada beberapa tahapan seseorang dalam mengambil keputusan memilih produk keuangan. Yang pertama , initial research stage, yaitu mencari bank mana yang menawarkan pinjaman yang paling baik untuk dirinya. Kemudian,  further research stage mencari fasilitas apa yang ditawarkan institusi perbankan, seperti misalnya mana bank yang berbunga rendah dan bank aman yang sedang menawarkan diskon. Ketiga, sign up, di mana mereka mulai datang ke branch dan mengajukan aplikasi kartu kredit atau pinjaman. Terakhir adalah konsumen review dan rating, dimana mereka membuat ulasan dan rekomendasi secara online.

"Riset ini menunjukkan, pemasar harus hadir sedari awal perjalanan nasabah di setiap momen yang membentuk keputusannya. Bank tidak hanya harus memberikan layanan yang baik, tetapi juga menyediakan konten yang relevan dan bermanfaat sejak pertama kali nasabah membuka ponsel untuk mencari informasi," kata Adi

Adi melanjutkan, ada beberapa saran yang pihaknya rekomendasikan untuk segera dilakukan pihak perbankan yaitu, bank harus memberikan informasi secara jelas di websitenya dan meng-highlight promo-promo yang tengah dilaksanakan, tersedianya fitur komparasi produk dan konsumen review dan rating agar konsumen bisa membandingkan produk yang ditawarkan sehingga bank  lebih kredibel dalam menjual produknya dan online aplication service.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)