Cara FHCI Kembangkan SDM Indonesia

Indonesia memiliki banyak talent unggulan yang berpotensi untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional.

Talent-talent ini perlu dikembangkan sesuai dengan keahlian dan  bidangnya masing-masing. Namun, pengembangan talent juga memerlukan sistem standar yang dapat diterapkan di berbagai bidang guna menghasilkan talent unggulan berskala global. Hal inilah yang akan menjadi fokus pembahasan Indonesia Human Capital Summit (IHCS) pada tahun ini.

Herdy Harman, Ketua Umum Forum Human Capital Indonesia, mengungkapkan, forum ini merupakan wadah bagi pertukaran pengetahuan, wawasan, dan informasi diantara pegiat human capital di Indonesia. “Lewat forum ini, kami mengumpulkan seluruh stakeholder di bidang human capital di Indonesia untuk saling belajar dan saling berbagi mengenai pengembangan strategi dan solusi human capital di Indonesia,” ujar Herdy.

Untuk memberikan berbagai perspektif pengembangan human capital di Indonesia, IHCS 2017 menghadirkan pembicara dari berbagai bidang seperti teknologi dan telekomunikasi, olahraga, seni, konsultan human capital, energi, hingga akademisi yang berasal dari dalam dan luar negeri. Rencananya, forum ini  juga  akan dihadiri oleh empat menteri yaitu, Rini Soemarno, Imam Nahrawi, dan Susi Pudjiastuti.

Menurutnya, di era modern seperti sekarang, pahlawan bisa mmeiliki arti yang luas. Dalam konteks human capital, pahlawan adalah mereka yang bisa memberikan kontribusi besar bagi negara di bidang apa pun, seperti olahraga, seni dan hiburan, ilmu pengetahuan, teknologi dan komunikasi. “Sebagai contoh, pada tahun ini kami menghadirkan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, juara dunia bulu tangkis yang mengharumkan nama Indonesia di bidang olahraga,” jelas Herdy.

Keberhasilan mereka menjadi juara dunia diharapkan menjadi contoh sukses pengembangan human capital di bidang olahraga. Melalui IHCS 2017, FHCI berusaha mencari sistem terbaik yang berkelanjutan sehingga ke depan akan muncul human capital unggulan hasil dari penerapan sistem tersebut.

Ia menambahkan, beberapa BUMN telah menerapkan upaya pengembangan talent. Salah satunya melalui pertukaran karyawan antar BUMN sehingga mereka bisa saling belajar dan berbagi. Selain itu, untuk pengembangan wawasan global, beberapa BUMN telah melakukan program global talent untuk menguatkan global mindset untuk siap bersaing di kancah internatsonal.

Selain kegiatan Summit dengan menghadirkan keynote session, panel session, dan concurrent session, IHCS 2017 juga akan diramaikan dengan kegiatan talkshow dan pameran yang menampilkan berbagai perusahaan di bidang rekrutmen, assesment, pelatihan, sertifikasi, konsultan, executive coaching.

“Kami mengundang masyarakat umum, pelajar, akademisi, dan pegiat human capital untuk meramaikan pameran dan mengikuti kegiatan talkshow secara gratis. Pameran ini akan menghadirkan Rene Suhardono dan Yoris Sebastian sebagai pembicara di sesi talkshow,” ujar Sofyan Rohidi, Ketua Harian Forum Human Capital Indonesia.

Forum ini diharapkan dapat menghasilkan poin-poin pembelajaran (key learning points) untuk mengembangkan human capital yang berdaya saing global. Nantinya, poin-poin ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan sistem human capital management yang berkelanjutan di Indonesia.

IHCS ditargetkan bisa menarik 1.200 pengunjung dari berbagai kalangan di bidang human capital dan masyarakat umum. “Kami harap ke depan kegiatan ini bisa menarik lebih banyak lagi pegiat human capital dari kalangan umum,” kata Sofyan.

FHCI, forum yang ditujukan untuk para pegiat human capital, menyelenggarakan Indonesia Human Capital Summit pada tanggal 9-10 November 2017 di Pacific Place, Jakarta. Forum ini merupakan forum tahunan yang membahas isu-isu seputar pengembangan human capital di Indonesia. Forum kali ini akan mengambil tema “Fostering Indonesian Heroes: The Future Competitive Great Talent”.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)