Cara Melky Membesarkan Provices Group

Melky Aliandri Direktur Utama PT Provices Indonesia

Munculnya proyek-proyek properti baru seperti perkantoran, rumah sakit, kampus, apartermen di kota-kota besar di Indonesia beberapa tahun belakangan ini, melahirkan peluang bisnis tersendiri, khususnya di bidang building management.

Peluang ini tidak disia-siakan Provices Group, yang merupakan unit usaha PT Bakrie Swasakti Utama (BSU). Provices Group merupakan perusahaan pengelolaan aset yang didirikan pada tahun 2007.

Provices memulai bisnis dengan menangani sebagian besar proyek kawasan Rasuna Epicentrum. Sejak 5 tahun yang lalu, perusahaan mulai memperluas jangkauannya dengan mengelola properti lainnya sambil meningkatkan layanan untuk memenuhi tuntutan dan standar yang diinginkan klien.

Kini, Provices Group tidak lagi mengandalkan captive market yang mengelola gedung-gedung milik Bakrie Group. Di tangan Melky Aliandri, Provices Group terus berkembang sebagai Integrated Building Management yang kian diperhitungkan di Indonesia.

Pria kelahiran Jambi, 8 Mei 1976, sejak 2014 dipercaya sebagai CEO PT Provices Indonesia. Sebelum bergabung ke Bakrie Group, Melky pernah bergabung di Colliers Internasional Indonesia yang juga merupakan konsultan properti.

Saat di Colliers ia telah ditugaskan menjadi General Manager Plaza Festival. Setelah itu ia sempat bekerja setahun di bank hingga akhirnya ditawari masuk ke Bakrie Group pada 2008.

Jabatan dan proyek pertama yang dipegangnya adalah Deputy General Manager Bakrie Tower dan Epicentrum Walk yang kala itu merupakan proyek prestisius Grup Bakrie.

Tahun 2013, ia dipercayai menjadi Direktur PT Provices. Perusahaan itu, katanya tidak masuk dalam kategori anak usaha yang diperhitungkan. Tapi baginya hal itu lebih menarik dibandingkan menangani proyek yang sudah stabil.

Diakuinya posisi barunya lebih menantang, karena sebetulnya perusahaan-perusahaan yang sudah besar dan stabil tidak membutuhkan orang pintar. Tapi berbeda dengan proyek-proyek yang stagnan. "Sebetulnya pasti ada solusi, cara kreatifnya proyek yang diamanahkan harus diseriusi, jika sudah begitu pasti jalan,” katanya.

Berbagai terobosan ia lakukan, selain memindahkan letak kantor, ia juga mulai merombak tim serta gaya bisnis. Jika dulunya Provices hanya bermain dan menggarap proyek di lingkup internal grup Bakrie saja, maka kini ekspansi dan tender keluar grup juga dilakukan. "Kami melebarkan sayap menjadi manajemen properti terintegrasi yang memilki layanan lengkap dari, layanan parkir, outsourcing, engineering dan lainnya," katanya.

Dia mencontohkan saat ini beberapa gedung yang memercayakan pengelolaannya adalah Gelora Bung Karno, Kementerian BUMN, Kementerian luar negeri, DPR/RI, KKP, Rumah Sakit Pondok Indah, Eka Hospital. "Saat ini kami memiliki sekitar 120 klein," katanya.

Di tangan Melky, Provices terus mengalami pertumbuhan, bila tahun 2015 pendapatan sekitar Rp 150 miliar, tahun 2016 pendapatannya sekitar Rp 250 miliar, dan tahun 2017 Rp 350 miliar. "Tahun ini kami menargetkan pendapatan Rp 450 miliar," katanya optimis.

Ke depan, ia berharap Provices akan menjadi perusahaan properti management terbesar di Indonesia. "Kami yang lebih komplit, tidak ada perusahaan properti manajemen sekomplit Provices yang memberikan layanan cleaning, parking, security, engeneering, termasuk menyediakan sofware keuangan," katanya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)