Cara Prasetiya Mulya Asah Kemampuan Mahasiswa dalam Presentasi Ide

Dr. Rudy Handoko, Wakil Dekan III Universitas Prasetiya Mulya (kedua dari kanan)

Istilah pitching sangat akrab dalam pekerjaan atau di kalangan pelaku bisnis. Pitching merupakan kegiatan presentasi ide atau gagasan ke orang lain. Kemampuan ini tentu sangat dibutuhkan selepas lulus kuliah, baik oleh mereka yang memulai usaha sendiri maupun masuk ke dunia kerja profesional. Menyadari pentingnya kemampuan pitching yang baik, Universitas Prastiya Mulya mengadakan acara Pitch First 2017: National Business Pitching Competition.

Pitch First 2017 merupakan salah satu acara dari multi event Idea Craft 2017  yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Prasetiya Mulya yang disebut Management Society. Dijelaskan Budi Firman Haryono, Panitia Idea Craft 2017 dalam multi event yang akan digelar hingga November nanti ada tiga acara utama yaitu grand seminar, Pitch First 2017 dan Marketition 2017. “Marketition ini mirip dengan Picth First tapi ini khusus untuk mahasiswa pascasarjana,” terangnya.

Untuk Pitch First 2017 merupakan kompetisi pitching gagasan bisnis tingkat mahasiswa program sarjana (S1)  dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dikatakan Milka Setiadi, Ketua Panitia Picth First, pada kompetisi yang pertama diselenggarakan Prasetiya Mulya ini, tema yang diusung adalah Social Empowerment through Profitability. “Kami berharap para peserta bukan saja memperhatikan profit bisnis dari ide atau gagasan bisnis yang diajukan, tapi juga impact-nya ke masyarakat. Ide yang diajukan bisa merupakan bisnis yang sudah berjalan, maupun masih merupakan embrio bisnis,” ujarnya.

Dr. Rudy Handoko, Wakil Dekan III Universitas Prasetiya Mulya, berharap dengan kegiatan ini kemampuan mahasiswa dalam mengajukan gagasannya makin terasah. “Kegiatan ini rencananya akan menjadi agenda tahunan universitas kami. Dana kegiatan tentu ada sokongan dari kami, tapi panitia juga berhasil menggaet merek-merek besar untuk menjadi sponsor antaranya Adhi Karya, Garudafood, Danone dan sebagainya,” katanya.

Pitch First tahun ini disediakan total hadiah sebesar Rp 33 juta. Sukasah Syahdan, salah satu juri dari total 12 juri yang menilai mengatakan penilaian pemenang berdasarkan seberapa ide atau gagasan itu bisa bertahan dan memberikan manfaat ke masyarakat dalam jangka panjang, selain itu juga ide tersebut harus benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat tapi belum disediakan oleh pelaku bisnis lain.

“Picthing yang bagus itu menentukan keberhasilan bisnis, terutama ketika mereka berhadapan dengan investor,” ujar Sukasah. Pada Picth First tahun ini Prasetiya Mulya mengundang 117 universitas yang kemudian dilakukan seleksi administratif. Hanya 18 tim terbaik yang lulus seleksi untuk mempresentasikan ide bisnisnya dihadapan para juri.

Pemenang pertama Pitch First tahun ini Alfred dari Universitas Praseiya Mulya yang idenya mengenai aplikasi fintech berhak atas hadiah Rp 15 juta, pemenang kedua dari ITB diraih oleh Abhipraya dengan produk batik tali air berhak hadiah Rp 10 juta, dan pemenang ketiga mendapat hadiah Rp 7 juta diraih oleh aplikasi Snipview yang merupakan aplikasi perjalanan dan berbagi video pengalaman. “Melalui kegiatan ini diharapkan banyak ide bisnis lahir, yang dari sini pula makin banyak entrepreneur lahir. Dengan begitu Indonesia bukan saja menjadi pasar tapi juga pelaku utama di pasar Indonesia,” kata Rudy.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)