Chairul Tanjung Ajak HIPA ITS Tingkatkan Inovasi dan Entrepreneurship

Pemerintah telah menargetkan tahun 2018 jumlah wirausaha dibandingkan jumlah penduduk mencapai 4%, dari sekarang 3,1%. Rasio jumlah wirausaha di Indonesia masih di bawah negara tetangga. Singapura telah mencapai 7%, Malaysia 5%, dan Thailand 4%.

Untuk itu, butuh penguatan kultur kewirausahaan di tengah masyarakat, agar kewirausahaan kian tumbuh. Chairul Tanjung, CEO CT Corp, mengajak Himpunan Pengusaha Alumni (HIPA) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya untuk meningkatkan inovasi dan jiwa entrepreneurship.

“Saya mengajak HIPA ITS untuk meningkatkan inovasi, kreativitas dan enterpreneurship di era industri 4.0. Karena ke depan, ilmu pengetahuan dan teknologi adalah kunci penguasaan ekonomi,” ujarnya, dalam Sharing Session Business, Munas HIPA 2017 berema “Penguatan Kultur Kewirausahaan dalam Membangun Wirausaha yang Tangguh,” di Ballroom Kompleks Niffaro Park, ITS Tower, Jakarta.

Pengusaha yang dijuluki “Anak Singkong” ini menjelaskan, persaingan begitu ketat.Perekonomian yang selama ini yang hanya mengandalkan berbasis efisiensi dan produktivitas, tidaklah cukup untuk memenangkan persaingan. Tetapi ke depan dengan dukungan sumber daya manusia yang unggul, saatnya perekonomian berbasis inovasi, kreativitas dan entrepreneurship.

Mantan Menteri Koordinator (Menko) bidang Ekonomi di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, mengingatkan agar jangan sampai ada dikotomi antara teknologi dan ekonomi seperti waktu dulu. Hal itu sebagai upaya untuk mentransformasikan bangsa dan ekonomi kita ke arah yang lebih baik, tidak bisa tanpa sinergi dari kedua kelompok itu, baik ekonomi maupun teknologi. “Nanti, kita harus terus berupaya dan bekerja keras untuk seiring sejalan memajukan bangsa menuju revolusi industri keempat,”ujarnya.

Chairul mengatakan, di lima tahun lalu, kita tidak pernah menyangka ada sebuah perusahaan taksi terbesar dunia dan tidak mempunyai armada, namun Uber mengusai market share terbesar dunia. Kita tidak menyangka perusahaan terbesar kita, yang dulu bila masuk ke suatu daerah didemo, sekarang Blue Bird malah ikut mendemo. Kita tidak menyangka perusahaan ritel terbesar dunia namanya Amazon dan Alibaba, tidak punya toko tapi kini menguasai dunia.

“Jadi kita harus melihat pentingnya inovasi. Harus juga memahami demografi, bikin produk yang tidak sesuai pasar maka lewat. Jadi kini sudah eranya terjadi sebuah pergeseran pola pikir, pola tindak dari kehidupan, karena semuanya berbasis internet. Ada sharing ekonomi,”ujarnya.

Semangat entrepreneurship menjadi perhatian HIPA ITS. Ketua Umum HIPA ITS (2014-2017), yang juga Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Kristiono, mengatakan, pentingnya belajar kewirausahaan dari sosok pengusaha hebat seperti Chairul Tanjung.

Kristiono menjelaskan, keberadaan pengusaha sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan sebuah negara. “Makin besar jumlah pengusaha, maka peluang negara tersebut makin maju makin besar,” tuturnya.

Karena itu, kata Kristiono, butuh penguatan kultur kewirausahaan di tengah masyarakat. Kultur kewirausahaan yang kuat akan membantu muncul wirausaha yang tangguh. ”Kehadiran HIPA antara lain adalah ingin memperkuat kultur kewirausahaan tersebut,” tuturnya.

Menurutnya, masyarakat Indonesia kebanyakan masih berkultur konservatif dalam konteks kewirausahaan. “Kultur ini antara lain seperti gampang takut gagal jika berwirausaha,” dia menegaskan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Bagaimana Kiat Korporasi Bisa Mencapai 60 Tahun?

Sebagai rangkaian HUT Astra International yang ke-60, perusahaan otomotif ini menggelar talkshow bertema Menggali Makna 60 Tahun Astra, sebuah bincang...

Close