Crown Foundation & Docta Bangun Aplikasi Kesehatan Lintas Negara

Iwan Sunito bersama Crown Group Foundation mengajak Docta Pty Ltd., sebuah perusahaan teknologi kesehatan asal Australia, untuk bekerja sama dengan Pemerintah Bandung. Awal Juli lalu, Dr. Andrew Rochford, pendiri dan CEO Docta Pty Ltd. bertemu dengan Ridwan Kamil untuk menjelaskan aplikasi yang berhasil ia bangun yang membantu kerja medis di Puskesmas. Melalui aplikasi ini, para medis terutama dokter-dokter dapat dengan cepat mendapatkan second opinion untuk tindakan pada pasiennya.

http://www.dailytelegraph.com.au

Pertemuan Iwan dengan Dr. Andrew Rochford terwujud atas bantuan rekannya yang juga berprofesi sebagai dokter di Sydney, Australia. Pria yang juga sebagai dokter ahli bedah ini terkesan dengan Iwan yang menceritakan dengan semangatnya akan Indonesia. “Dia menyampaikan berbagai kemungkinan yang bisa dilakukan sebagai diaspora Indonesia yang berada di luar untuk negara kelahirannya,” ungkap Andrew. Kesehatan di Indonesia menjadi concern Iwan  untuk bisa lebih baik lagi.

“Mulailah kami bicara apa yang bisa dilakukan untuk Indonesia, terutama untuk meningkatkan layanan kesehatan dengan mengkoneksikan dokter spesialis di Indonesia, juga dengan dokter spesialis dari negara lain,” kata Andrew yang diwawancarai di Hotel Pullman, Jakarta. Andrew terkesan dengan Iwan yang dinilainya sebagai orang baik, cerdas, dan pebisnis yang menginspirasi melalui passion yang ia miliki. Akhirnya Andrew menawarkan pilot project untuk Indonesia yang memasukan program Docta dalam perangkat tablet. “Melalui program Docta ini, para dokter di puskesmas bisa terkoneksi dengan dokter-dokter manapun. Kami mulai pilot project ini dengan membagikan 50 tablet ke puskesmas-puskesmas percontohan. Kami sedang jajaki puskesmas mana saja yang akan mendapatkan ini,” katanya.

Pertemuan Andrew dengan Ridwal Kamil menjadi awal kerja sama Docta dan Crown Group Foundation dengan menawarkan pilot project awal yang akan diterapkan di puskesmas-puskesmas Kota Bandung pada bulan September. Melalui teknologi ini layanan kesehatan akan didapat lebih baik oleh masyarakat Indonesia kedepannya. Aplikasi ini telah dijalankan di Afganistan dan beberapa negara di Timur Tengah dan rencana selanjutnya India. Indonesia yang memiliki ribuan pulau dengan sebaran penduduk akan lebih dipermudah dengan adanya aplikasi ini. “Aplikasi ini akan lebih mudah mendorong kemajuan kesehatan di daerah-daerah bahkan secara global. Dokter-dokter global dapat dengan cepat membantu ketika terjadi kasus kesehatan di Indonesia,” ujar Andrew.

Developing aplikasi Docta ini memiliki dua elemen bisnis. Dijelaskan Andrew, ada dua elemen bisnis yang murni dan CSR. “Terutama untuk rumah sakit komersial, aplikasi akan bersifat komersial. Nantinya layanan pada rumah sakit komersial dapat menjadi subsidi silang untuk puskesmas-puskesmas” ujarnya. Di aplikasi tersebut juga dapat mengirim video, foto penyakit, dan data pasien, sehingga ada dua pendapat dari dokter spesialis lain baik itu Indonesia maupun negara lain.

Reportase: Herning Banirestu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)