Curcumin untuk Tingkatkan Imun Tubuh, Bukan Sembuhkan COVID-19

Beberapa ahli dari LIPI, BPPT dan GP Jamu dalam diskusi “Curcumin dan Cegah Penyebaran Virus Corona (COVID-19)”

Sejak pandemi virus Corona atau COVID-19 masuk ke Indonesia pada Maret 2020, banyak membawa korban. Hingga 20 Maret 2020 tercatat 369 pasien dan 32 meninggal atau 8,7%. Pemerintah kita berupaya terus menerus menanggulangi di tengah kepanikan masyarakat.

Di tengah kegalauan masyarakat itu, beredar informasi bahwa curcumin atau Bahasa Jawa disebut ‘empon-empon’ (temulawak, kunyit, jahe, dan lainnya) dapat menyembuhkan sakit akibat serangan Virus Corona. Benarkah?

Beberapa ahli dari LIPI, BPPT dan Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional (GP Jamu) berkumpul dalam diskusi “Curcumin dan Cegah Penyebaran Virus Corona (COVID-19)” di Pusat Penelitian Kimia LIPI , Puspitek Serpong, Tangerang Selatan, pekan ini.”Semua ini kami lakukan untuk meluruskan miss-information yang berkembang di masyarakat terkait fungsi curcumin sebagai obat penyembuhan serangan Virus Corona (COVID-19),” jelas praktisi GP Jamu, Edward Basilianus.

“Sebenarnya, curcumin dalam temulawak dan kunyit bukan untuk mengobati infeksi, tapi mencegah penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh. Meski begitu, tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan,” ujar Dr rer nat Chaidir, Pakar Rekayasa Obat dari Bahan Alami Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Dr Chaidir menegaskan, penyakit infeksi, termasuk infeksi akibat Virus Corona sebaiknya tidak bergantung pada obat herbal. Sebab hal ini sifatnya darurat. Jadi harus kuat untuk menangkalnya, dengan vaksin atau anti virus.

Dia menyayangkan anggapan atau persepsi keliru di tengah masyarakat tentang curcumin sebagai senyawa tunggal yang digunakan pada obat-obat modern dan curcumin sebagai obat herbal (alami) dengan kandungan banyak senyawa yang penggunaannya langsung diekstrak dari bahannya langsung.

“Jadi, obat herbal itu fokus untuk meningkatkan imunitas tubuh. Contoh, kasus Covid-19 yang menyerang radang paru-paru, masyarakat dapat menggunakan obat herbal yang mengandung curcumin seperti temulawak dan kunyit,” ungkap Dr Chaidir.

Pernyataan Dr Chaidir diperkuat oleh Dr Akhmad Darmawan, Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). “Obat tradisional biasanya hanya untuk meningkatkan imunitas tubuh, tapi tidak begitu berpengaruh kepada aspek resepstor penyakit. Dan tubuh kita bisa membuat antibodi sendiri di mana butuh waktu 7 hari dalam membentuk antibodi," jelas Dr Akhmad.

Untuk itu, jika ada virus masuk, seperti COVID-19, maka antibodi dalam tubuh kita bisa menangkalnya sendiri. Syaratnya, tubuh kita harus sehat untuk memproduksi antibodi. Tubuh sehat didapatkan dengan cara makan sayur, buah dan makanan bergizi, rajin olahraga, cukup istirahat dan mengonsumsi vitamin.

Pada intinya, obat herbal itu banyak membantu jaga kesehatan, bukan untuk menyembuhkan penyakit secara langsung.” Fungsi temulawak dan kunyit misalnya , dapat mencegah inflamasi (radang) pada tahap awal dan meningkatkan imunitas tubuh kita,” ujarnya.

Peneliti LIPI lainnya, Profesor Dr Muhammad Hanafi, menegaskan, sejauh ini cucurmin memang belum terbukti bisa mengobati pasien yang terinfeksi virus Covid-19. Pengujian khasiat cucurmin untuk obat Virus Corona, bisa dilakukan dengan cara mengujinya ke binatang.

Untuk itu, sebelum terserang penyakit seperti masuknya Virus Corona, baik Dr Chaidir, Dr Akhmad maupun Prof Hanafi, menyarankan masyarakat, agar rajin mengonsumsi obat herbal curcumin. Sebab, baik sekali untuk membantu tubuh terhindari dari gejala inflamasi tadi dan meningkatkan daya tahan tubuh atau sistem imun badan kita.

Dalam kesempatan terpisah, Professor Nidom, Guru Besar Uiversitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, dan Ketua Tim Riset Corona & Formulasi Vaksin Professor Nidom Foundation, menegaskan bahwa virus Corona sulit menginfeksi orang-orag Indonesia karena kebiasaan masyarakatnya mengonsumsi obat herbal atau curcumin. “Pada dasarnya virus corona ini merupakan satu kingdom dengan influenza yang bisa ditangkal atau dicegah dengan curcumin,” ujarnya dalam tayangan Youtube hasil wawancara dengan Edward Basilianus.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)