Dana Laut - Kemendes Kembangkan Marketplace Khusus Hasil Laut

Niko Ariansyah, Direktur Utama Dana Laut saat Menandatangi kesepakatan dengan Kemndes.

Dana Laut mengenalkan marketplace hasil pengembangannya yakni Jaring Laut. Marketplace ini ditujukan untuk memasarkan produk kelautan seperti rumput laut dan garam. Pengenalan tersebut berbarengan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara platform dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Dengan adanya perjanjian kerja sama ini, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di puluhan kabupaten akan terhubung dengan akses pasar secara digital berbasis aplikasi Jaring Laut. Penandatanganan kerja sama ini dihadiri Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dari sembilan provinsi dan Dinas Kelautan dan Perikanan dari 26 kabupaten. Direktur Utama Dana Laut, Niko Ariansyah menyatakan Dana Laut dan Kemendes PDTT memiliki perhatian yang sama, bahwa kekayaan lautan Indonesia harus dirasakan oleh seluruh masyarakat, terlebih bagi para petani dan nelayan.

“Dengan adanya Jaring Laut sebagai marketplace untuk hasil produksi Bumdes, mata rantai distribusi yang tadinya panjang menjadi jauh lebih efektif dan efisien, sehingga mampu menjaga stabilitas harga dan membawa keuntungan lebih bagi petani dan nelayan,” kata dia.

Niko menambahkan, keberadaan marketplace ini sangat dibutuhkan karena akses pasar masih menjadi kendala bagi petani rumput laut dan garam akibat panjangnya rantai distribusi yang dilalui kedua komoditas tersebut dari petani hingga ke tangan konsumen. “Umumnya, petani rumput laut dan garam menjual hasil produksinya ke koperasi, namun tak sedikit yang menjualnya ke pengepul dengan harga di bawah harga pasaran,” kata Niko.

Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal, Kemendes PDTT, Samsul Widodo berharap kerja sama ini mampu menyelesaikan permasalahan yang sering dirasakan petani dan Bumdes, yaitu akses pasar maupun akses permodalan. “Apabila Bumdes terhubung dengan akses pasar dan modal, harapannya pengelolaan Bumdes kedepat dapat semakin profesional dan mandiri. Selain itu, para petani nantinya akan mendapat pembinaan dari Jaring Laut agar mampu menghasilkan rumput laut sesuai dengan standar pasar,” ujar Samsul.

Di awal kerja sama ini, Jaring Laut dan Kemendes PDTT akan memulai dari Bumdes-bumdes yang berasal dari 26 kabupaten untuk menggunakan aplikasi Jaring Laut. Ke depan, Niko berharap akan ada banyak Bumdes, koperasi, dan pelaku usaha kelautan lainnya yang bergabung untuk menggunakan Jaring Laut.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)