Dua Lembaga Ini Dukung Agrobisnis yang Bertanggung Jawab

Louis Dreyfus Company Indonesia (LDC) bersama CSR Asia menyelenggarakan sesi pertama dari rangkaian Pertemuan Meja Bundar Agrobisnis. Acara ini dihadiri sekitar 50 para profesional bidang bisnis dan isu keberlanjutan dari lebih 30 perusahaan dan organisasi.

Gelaran ini juga mendiskusikan peluang agrobisnis lokal untuk melibatkan para petani kecil dan mengadopsi model bisnis inklusif serta transformatif gender. Dukungan dari GRAISEA (Gender Transformative and Responsible Agribusiness Investments in South East Asia) didanai Pemerintah Swedia dan dilaksanakan oleh Oxfam.

Program ini bertujuan mendorong solusi yang membantu meningkatkan penghidupan produsen skala kecil melalui rantai nilai dan investasi sektor swasta yang lebih bertanggung jawab dan inklusif. Selain itu juga mendorong para wanita untuk memperlihatkan kepemimpinan di bidang ekonomi.

Menurut CEO LDC Indonesia, Imran Nasrullah, LDC berkomitmen penuh terhadap pengoperasian bisnis yang berkelanjutan. “Kami mempercayai perlunya mendukung dialog industri untuk berbagi praktik terbaik, yang memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk mengembangkan dan mencapai tujuan mereka yang keberlanjutan serta membantu menjadikan dunia tempat yang lebih inklusif bagi semua orang,” katanya.

Isabelle Morin, Direktur CSR Asia Singapura, menambahkan,LDC telah membantu CSR Asia terhubung dengan pemangku kepentingan utama di Indonesia. “Kita ingin mempertemukan perusahaan-perusahaan yang menyadari manfaat dari praktik bisnis yang bertanggung jawab dan inklusif. Kami percaya bahwa keterlibatan dan kolaborasi dari berbagai pihak pemangku kepentingan sangat penting dalam memikirkan kembali pendekatan kita dengan petani, terutama petani kecil dan mendukung transformasi gender,” tambahnya.

Inisiatif LDC yang keberlanjutan diwujudkan melalui proyek Inang Naburju (“Ibu yang Baik”) yang terdiri dari pelatihan dan penyediaan peralatan agronomi untuk meningkatkan produktivitas petani kopi wanita di wilayah Danau Toba.

LDC juga terlibat dalam ketertelusuran pasokan minyak kelapa sawit dan proyek pengembangan kualitas pendidikan di Lampung, tempat perusahaan mengoperasikan sebuah pabrik biodiesel, kilang minyak kelapa sawit, pabrik kopi, dan mengelola bersama sebuah pelabuhan. Agrobisnis yang dihadapi di ASEAN memiliki potensi pertumbuhan yang berkelanjutan melalui Agenda Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2030 dan mendukung SDGs.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)