Banjir Jabodetabek, Peritel Sulit Capai Target Omzet

Banjir di kawasan Jalan Samanhudi, Sawah Besar, Jakarta, Kamis 2/1/2020 (Foto: Antara)
Banjir di kawasan Jalan Samanhudi, Sawah Besar, Jakarta, Kamis 2/1/2020 (Foto: Antara)

Banjir besar di beberapa wilayah Jabodetabek membuat para pelaku bisnis ritel mengeluh rugi dan omzet penjualan merosot drastis. Hal ini karena banyak akses jalan yang tergenang banjir sehingga konsumen enggan pergi ke pusat perbelanjaan.

"Ada beberapa toko enggak bisa buka karena karyawan enggak bisa datang. Konsumen juga enggak bisa datang ke mal karena banjir, jalan-jalan terputus, jadi omzet drop," kata  Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansyah ketika dihubungi, Kamis, 2 Januari 2020.

Budihardjo mengungkapkan, selain Lebaran, seharusnya Natal dan Tahun Baru adalah momentum pebisnis ritel untuk menangguk peningkatan omzet sebanyak 30 persen dibandingkan hari biasa. Namun, ia mengatakan, dengan adanya kejadian banjir pada Rabu, 1 Januari 2020, target tersebut tak tercapai. Alih-alih mendapat peningkatan omzet, peritel justru rugi. 

"Akibat banjir ini (omzet) turun sekitar setengah dari target event Natal dan Tahun baru di tanggal 1 Januari,  turun separuh (50 persen)," ujar dia.

Ia pun menjelaskan, sampai Kamis, 2 Januari 2020 perekonomian di sektor ritel belum sepenuhnya pulih karena masih banyak toko yang tutup. Para karyawan juga masih berhalangan untuk bekerja karena terkendala banjir. Namun setidaknya, Kamis ini lebih baik dibandingkan hari Rabu kemarin.

"Mungkin hari ini belum pulih semua karena masih ada beberapa mal yang masih tutup, terutama Jabodetabek," tutur Budihardjo.

Pengusaha mengharapkan langkah konkret pemerintah dalam menanggulungi permasalahan banjir ini, agar tidak ada jalan-jalan yang tergenang yang mengakibatkan banyak akses yang terputus membuat orang sulit untuk mobilitas. Pemerintah seharusnya sudah bisa memitigasi curah hujan yang diperkirakan akan sangat lebat selama tiga bulan ke depan, agar banjir yang besar ini tidak terulang kembali.

"Karena kami sektor offline butuh kehadiran karyawan maupun konsumen itu harus hadir. Jadi semua infrastruktur harus berjalan, tidak banjir, tidak macet," Budihardjo berharap.

Sumber: Tempo.co

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)