INSYAF 2018 Fokus pada Arah Baru Keuangan Syariah

Berbagai upaya strategis dilakukan oleh LPDB-KUMKM (Lembaga Pengelola Dana Bergulir - Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dalam mengakselerasi keterlibatan lembaga-lembaga pembiayaan dan pemberdayaan KUMKM di Indonesia, khususnya pembiayaan pola syariah.

“Sebagai salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, Direktorat Pembiayaan Syariah akan menyelenggarakan even berskala nasional yaitu, Indonesia Syariah Fair (INSYAF) dengan tema; Arah Baru Keuangan Syariah; Inklusif dan Fokus pada Mikro,” jelas Braman Setyo, Direktur Utama LPDB-KUMKM di Jakarta (10/9/2018).

Menurut Direktur Pembiayaan Syariah, Jaenal Aripin, selama ini ada asumsi lembaga keuangan syariah khususnya perbankan lebih banyak mengarah pada pembiayaan sektor usaha menengah ke atas, dan hampir mengabaikan sektor usaha mikro dan kecil. Arah ini kemudian menafikan para pelaku usaha mikro dan kecil, bersentuhan dengan lembaga perbankan, sehingga terkesan, lembaga keuangan bank sangat eksklusif, hanya bisa diakses para pengusaha pada level tertentu, dan tidak terbuka untuk pengusaha dari berbagai level.

Karena itu dengan adanya INSYAF, diharapkan lembaga keuangan khususnya bank, mengubah arahnya dari yang lama ke arah baru dengan lebih inklusif, terbuka bagi para pengusaha dari berbagai level, termasuk juga sektor usaha mikro. Harapannya, para pengusaha mikro yang selama ini belum banyak menikmati bantuan pinjaman/pembiayaan dari lembaga keuangan bisa terfasilitasi. Harapan ini wajar, mengingat secara kuantitas, pengusaha mikro, menempati jumlah terbesar dari skala usaha yang ada di Indonesia.

INSYAF yang fokus pada arah baru keuangan syariah yang lebih inklusif dan banyak menitikberatkan pada usaha mikro, juga ingin mendorong agar muncul Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) lebih besar lagi. Sehingga LKMS selain berfungsi sebagai lembaga inklusi bagi masyarakat atau akses ke perbankan, juga bisa dijadikan sebagai instrumen keuangan, yang fokus melayani kebutuhan permodalan bagi pengusaha skala mikro dan kecil. Sehingga kebutuhan permodalan bagi pengusaha dari skala mikro, kecil, menengah sampai besar bisa terlayani oleh lembaga keuangan. Efek positifnya, lembaga keuangan bisa lebih inklusif karena bisa diakses oleh masyarakat dari seluruh kalangan. Penyelenggaraan INSYAF yang akan diadakan pada 27 – 29 November 2018 ini, rencananya akan dibuka oleh Presiden RI Djoko Widodo.

Pelaksanaan INSYAF akan diisi rangkaian kegiatan, baik pra maupun pada saat pelaksanaan pameran di antaranya: diskusi berseri tentang keuangan syariah dan akses permodalan bagi para pelaku UMKM yang akan dilaksanakan 6 kali setiap dua minggu dan bekerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Juga, Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tentang arah baru keuangan syariah di Indonesia dan posisi LPDB-KUMKM yang ideal. Selain itu, pemilihan mitra dan partner LPDB terbaik yang akan diberikan penghargaansaat acara penutupan.

Pada gelaran INSYAF juga ada seminar tentang Lembaga Keuangan Mikro Syariah yang rencananya diselenggarakan bersama Otoritas Jasa Keuangan dan MES. Tak lupa, talkshow tentang akses pembiayaan di lembaga keuangan perbankan dan non perbankan, khususnya LPDB-KUMKM. Sejumlah tutorial berisnregi dengan sponsor dan Table Top yang memfasilitasi pertemuan one on one antara mitra dan partner LPDB-KUMKM dengan para pelaku usaha mikro dan keci.

Dukungan LPDB-KUMKM terhadap KUMKM yang terdampak gempa sebagai prioritas perhatian dalam pemberian modal usaha. Yang jelas, pameran akan diselenggarakan selama tiga hari dengan menampilkan produk layanan pembiayaan dari lembaga keuangan syariah, baik bank maupun non bank; produk UMKM dari berbagai macam sektor, baik jasa maupun hasil usaha serta beberapa tampilan dan hiburan.

Kegiatan INSYAF 2018 diharapkan menjadi akselerator dalam menumbuhkan gairah percepatan pengembangan KUMKM Indonesia, yang tersaji dalam keindahan dan kreatifitas, namun bersifat edukatif, sehingga para peserta maupun pengunjung memperoleh manfaat yang maksimal, baik dalam pengetahuan, pemasaran, permodalan, teknologi maupun kelembagaan serta jejaring dalam ekonomi syariah dan produk halal.

“Even ini akan menampilkan berbagai produk pembiayaan syariah dan produk-produk halal, karena syariah tidak dapat terlepas dari halal. Harapannya even yang akan berlangsung setiap tahun ini akan menjadi rujukan atau tempat bertemunya berbagai pihak yang terkait dengan pola pembiayaan syariah,” ungkap Braman.

LPDB – KUMKM merupakan satuan kerja di bawah Kementerian Koperasi dan UKM di bidang pembiayaaan yang mengelola dana bergulir, bertujuan memperkuat permodalan bagi koperasi dan UMKM. Lembaga ini menjadi inisiator dan katalisator, untuk memaksimalkan akses permodalan, pemasaran, teknologi, jaringan, legal, serta administrasi keuangan syariah.

Sebagai lembaga yang berstatus Badan Layanan Umum (BLU), LPDB-KUMKM diberi mandat oleh pemerintah, memberikan layanan pinjaman/pembiayaan kepada para pelaku usaha koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah, baik secara syariah maupun konvensional. Sejak terbentuknya dari tahun 2006 hingga kini, BLU ini telah bermitra dengan 4.300 koperasi di seluruh Indonesia, 1.014.078 UMKM, menyerap 1.847.787 tenaga kerja, dan total dana tersalur Rp8,5 triliun. Dengan demikian, lembaga ini juga turut berperan membuka lapangan kerja baru, sehingga ikut membantu mengentaskan kemiskinan dan pengangguran.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)