Mencari Rumusan yang Tepat Demi Kesejahteraan Rakyat

Wakil Ketua DPR - RI, Fahri Hamzah, mengundang Kepala BPS, Dirut BEJ, Gubernur BI, Kementerian Koperasi dan UKM dalam acara Coffee Morning Spesial DPR RI Menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia  bertajuk ''Indonesia di antara Pertumbuhan Ekonomi dan Anjloknya Daya Beli" untuk mengklarifikasi data - data yang ada.

Dalam sektor KESRA sedang dikembangkan indikator kesejahteraan rakyat yang lebih  nyata. Karena dikhawatirkan terjadinya distorsi di mana ekonomi makronya baik, sementara di sektor mikro terjadi banyak masalah.

Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR

Fahri Hamzah mengungkapkan kepada media, adanya isu tentang penurunan daya beli maka dari itu dilakukanlah pelacakan apa yang menjadi penyebab dari penurunan daya beli. Setelah itu ditemukan adanya ketidakjelasan  indikator kita untuk membaca cara baru masyarakat kita mengonsumsi karena berkembangnya sektor e - commerce, di mana orang mengandalkan transaksi secara digital. Begitu juga dengan sektor distribusi yang dipengaruhi oleh ekonomi digital, sehingga muncul kesepakatan bahwa sebenarnya tidak terjadi penurunan daya beli, tetapi terjadi perpindahan pola konsumsi akibat dari gaya hidup masyarakat yang berubah.

Misalnya, masyarakat yang mulai gemar berwisata ditandai dengan banyak masyarakat yang melakukan swafoto di tempat - tempat wisata. Untuk membaca data tersebut maka diperlukan pengembangan indikator salah satunya dengan cara membaca  dinamika neraca keluarga secara perongan atau perkeluarga. Dengan memperhatikan sumber - sumber pemasukan dan pengeluaran serta meninjau ada atau tidak advokasinya secara makro supaya sektor pengeluaran masyarakat tidak terganggu

Ecommerce diduga menjadi penyebab berkembangnya konsumerisme, di mana masyarakat mengonsumsi yang sebenarnya tidak diperlukan. Selain itu, konsumerisme juga datang dari produk yang bukan dari negara sendiri, sehingga menyebabkan tingginya angka impor yang ada dalam statistik. Dalam hal ini DPR menanyakan kepada kementerian koperasi dan UKM. Dalam hal ini DPR menanyakan kepada Kementerian Koperasi dan UKM, bagaimana jika ada growth dalam permintaan dan daya beli masyarakat kita, apakah bertambahnya sektor produksi dan bertambahnya pelaku usaha atau konglomerasi masuk ke desa.

Apabila konglomerasi masuk ke desa, maka sangat mengkhawatirkan para pengusaha kecil yang nantinya hanya memperkaya para konglomerat. Maka dari itu diperlukan suatu rumusan yang nantinya akan dikaji oleh badan ahli DPR dan pusat kajian DPR yang nantinya akan diserahkan kepada pemerintah.

Dengan penggelontoran dana yang besar kepada desa – desa diharapkan ekonomi di 73 ribu desa dapat menggeliat. Alhasil, apapun yang terjadi pemerintah pusat dapat menahan inflasi agar tidak terganggunya sektor pengeluaran, untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mengurangi angka kriminalitas.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)