Garuda Gunakan Strategi Baru di Usia ke-70

Di hari jadi Garuda Indonesia yang ke-70 tahun,  Ari Askhara, Direktur Utama Garuda Indonesia, memaparkan pencapaian dan target  ke depan. menyebutkan, ceruk pasar Indonesia masih cukup besar. Dari 250 juta lebih penduduk Indonesia, hampir 20 juta orang melakukan penerbangan setiap tahunnya.

Pertumbuhan jumlah penumpang Garuda Indonesia tidak banyak berubah bila dibandingkan Januari 2017, hanya terdapat sedikit penurunan sekitar 0,01% saja. “Karena ada penyesuaian harga, maka segmen menengah-bawah beralih ke Citilink. Traffic pun belum bisa diprediksi karena kondisi tahun ini trennya akan lebih sedikit melambat. Namun kami harus bisa memberikan inovasi terbaru kepada penumpang,” ujar Ari, di Bandara Soekarno Hatta Terminal 3.

Ari ingin membuat Garuda Indonesia layaknya sebuah brand, yang tidak melulu tentang transportasi. Salah satu upayanya yakni dengan menghadirkan makanan-makanan eksotik nasional seperti Sarimande, HokBen, Pizza Hut, KFC, dan lain-lain. Penggunaan seragam vintage oleh cabin crew juga disambut dengan baik oleh penumpang. Hal ini terus diberlakukan hingga Q2 dan setelah itu akan diganti dengan yang baru.

Ia menargetkan performa On Time Performance (OTP) sebesar 92% di 2019, meningkat dari tahun lalu 89,8%. “Kami mengurangi penerbangan di low season ini agar bisa memaksimalkan kapasitas pesawat. Tidak lagi fokus pada utilisasi pesawat, namun lebih fokus pada profit dalam satu penerbangan. Jadi, jumlah penumpang bisa lebih maksimal dengan jumlah penerbangan yang dikurangi dan akan berdampak pada naiknya profit. Jumlah dari cabin crew pun akan berkurang dan akan kami alihkan ke rute internasional baru seperti Moscow, Istanbul dan Nagoya,” papar Ari.

Sejauh ini, Garuda Indonesia tidak melakukan penambahan pesawat, namun negosiasi sedang dilangsungkan dengan lessor agar bisa menggunakan pesawat baru yang mahal namun bakan bakarnya lebih efisien dan dengan durasi penerbangan yang lebih panjang. Secara keseluruhan pun jumlah pesawat yang dimiliki akan berkurang. “Boeing 738 hanya mampu terbang 6 jam saja, namun Max 10 bisa terbang hingga 9 jam. Dari 49 Max 10 yang akan datang di 2020, kami akan menukarkan pesawat kami sebagian sehingga totalnya 31 pesawat.”

Berkaitan dengan ulang tahunnya ini juga, Garuda Indonesia memperkenalkan sejumlah inovasi fitur baru layanan inflight entertainment berupa fasilitas "VR Experience" hingga layanan "Economy Sleeping Comfort and Economy Premium". Adapun kelas keanggotaan terbaru untuk member GarudaMiles yakni GarudaMiles Tourbillon.

“Penumpang dari Indonesia lebih banyak yang bepergian ke luar negeri dibandingkan orang luar negeri datang ke Indonesia. Maka dari itu, kami akan menawarkan pengalaman baru bagi pelanggan dan  calon penumpang Garuda Indonesia dengan fitur baru ini ke depannya,” tambah Ari.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)