Generasi Millenial Penentu Masa Depan Industri Migas

Generasi millenial saat ini tengah menjadi sorotan. Selain jumlahnya mendominasi, generasi millenial disebutkan menjadi potensi pasar untuk masa depan. Tak heran jika anak muda ini menjadi salah satu yang diperhitungkan, terutama dalam demografi.

Terkait dengan generasi millenial, survei Accenture menemukan bahwa generasi millenial memiliki pengaruh dalam menentukan tren penggunaan produk energi, terutama terkait dengan kompetisi usaha yang ketat di antara para penyedia produk dan jasa hasil energi. Gaya hidup yang sangat dinamis, penuh dengan tuntutan serta tingkat mobilitas tinggi telah membentuk karakter generasi millenial yang selalu menginginkan produk dan layanan terbaik ketika berinteraksi dengan suatu brand.

accenture millenial

Di Indonesia, kelompok millenial sendiri diperkirakan telah mencapai lebih dari 100 juta orang atau mencapai 40% dari total populasi penduduk 250 juta. Hampir seluruhnya sudah aktif di dunia digital dan mereka cenderung lebih kritis terhadap produk dan layanan yang tersedia di pasar. Temuan utama dari penelitian Accenture adalah tingginya tuntutan konsumen terkait produk dan jasa yang bersumber dari energi, terutama dari generasi millenial.

Berdasarkan temuan ini, Accenture meyakini bahwa generasi millenial adalah kelompok yang akan menentukan tren penggunaan energi di masa mendatang. Hasil survei menunjukkan bahwa pertama, generasi millenial selalu ingin menjadi yang terdepan dalam penggunaan produk dan layanan energi terbaru.

Survei Accenture menemukan bahwa responden generasi ini di negara-negara yang sedang bertumbuh (emerging countries) dapat diklasifikasikan sebagai pengadopsi awal. Menurutnya, mereka ingin selalu mencoba teknologi terkini, lebih tinggi bila dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.

Di negara-negara dengan peraturan pasar yang kuat, konsumen lebih memilih penyedia energi yang
menyediakan berbagai produk dan layanan untuk mengoptimalkan penggunaan energi. Sebagai contoh, kelompok millenial cenderung cepat memahami dan mempertimbangkan produk dan layanan dari sumber energi yang terdistribusikan, setelah memperoleh informasi terkait. Selain itu, hampir 80% dari generasi ini mengatakan bahwa mereka akan lebih puas ketika ditawarkan layanan monitoring dan asisten digital di rumah yang dapat memberikan produk dan layanan baru yang sesuai.

Terkait dengan pengelolaan energi untuk kebutuhan rumah, mayoritas responden cenderung untuk
menggunakan aplikasi yang mampu memantau penggunaan energi dari jarak jauh dalam 5 tahun ke
depan, dibandingkan dengan responden usia 55 ke atas. Selain itu, generasi millennal atau dua kali lebih banyak dari kelompok usia 55 ke atas, cenderung untuk berlangganan energi berbasis panel surya dalam lima tahun ke depan. Namun, para penyedia produk dan layanan di negara yang sedang bertumbuh perlu mempertimbangkan bahwa mayoritas konsumen (90%) di negara berkembang masih memerlukan pengiriman energi yang terpercaya (pemadaman berkurang) serta sistem penagihan yang akurat.

“Perusahaan penyedia energi harus dapat memanfaatkan temuan tentang millennial ini untuk memahami dan menciptakan nilai bagi produk dan layanannya, karena preferensi dan perilaku konsumen mengubah lanskap pasar dengan sangat cepat. Penyedia energi yang sukses akan selalu menempatkan proses desain di tengah-tengah bisnis mereka dan menjadikan pelanggan dan operasi ritel sebagai aset yang strategis,” ucap Fuad Lalean, Managing Director Resources Utility and Mining Accenture Indonesia.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa generasi millenial memberikan peluang bisnis yang besar bagi para penyedia energi dikarenakan pengaruh mereka yang semakin kuat di pasar ketimbang konsumen dari kelompok umur lainnya. Sebagai contoh, 41% dari generasi millenial berinteraksi lebih sering dengan penyedia energi menggunakan media sosial, dan mereka juga akan lebih puas jika bisa masuk ke portal penyedia layanan energi melalui media sosial.

Selain itu, survei juga menunjukkan bahwa penawaran nilai baru sangatlah menarik bagi millenial.
Sebanyak 77% generasi ini lebih tertarik dengan pasar online yang dipersonalisasi, untuk memilih dan membeli produk dan layanan terkait energi. Kelompok millenial juga memiliki ekspektasi tinggi terhadap inovasi produk dan layanan hasil pengolahan energi. Hampir 1/3 dari mereka tertarik untuk menggunakan solusi rumah otomatis (automated home solution) dan bersedia mengeluarkan biaya untuk menggunakan layanan tersebut.

Dengan adanya tren teknologi digital, millenial pun sangat aktif menggunakan media sosial dan media online untuk berinteraksi dengan brand pilihan mereka. Dari hasil survei di negara bertumbuh, 83% dari generasi milenial tidak akan tertarik menggunakan produk dan layanan jika para penyedia tidak mampu memberikan pengalaman terbaik bagi mereka.

“Di banyak negara bertumbuh dengan peraturan pasar yang kuat, konsumen masih menerima tagihan dalam bentuk kertas yang dikirimkan melalui surat , hanya 19% dan 2% menerima tagihan melalui email dan aplikasi mobile. Dalam hal pembayaran, lebih dari 80% konsumen lebih memilih untuk memiliki pilihan lain yang bervariasi dalam sistem pembayaran mereka. Mereka lebih memilih saluran digital untuk membayar tagihan , menginformasikan perubahan alamat dan berlangganan produk dan layanan energi, tanpa harus datang ke kantor penyedia layanan energi.
Hal ini menandakan bahwa layanan yang ada masih belum sejalan dengan perkembangan teknologi
yang semakin pesat,” ujar Fuad. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)