Good Doctor Sediakan Layanan Konsultasi Melalui Smartphone

Danu Wicaksana, Managing Director Good Doctor Technology Indonesia dalam acara peluncuran aplikasi Good Doctor (Kiri Atas) (Foto: Anastasia AS/SWA).

Good Doctor Technology Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan berbasis teknologi, meluncurkan aplikasi Good Doctor. "Peluncuran aplikasi ini meandai komitmen perusahaan untuk membantu penggunaan teknologi di bidang kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat di tengah tantangan pandemi sehingga dapat membantu pemerintah dalam mengatasi COVID-19,” ujar Danu Wicaksana, Managing Director Good Doctor Technology Indonesia dalam acara peluncuran aplikasi Good Doctor (01/03/2021).

Danu berharap aplikasi tersebut dapat memperluas akses kesehatan masyarakat Indonesia. Di dalam aplikasinya, Good Doctor menyediakan layanan selama 24 jam melalui fitur konsultasi kesehatan, pembelian obat dan produk kesehatan pembelian dan pengantaran. Untuk menunjang layanan ini, platform telah bekerja sama dengan 2.000 apotek.

Fitur yang tersedia selanjutnya adalah janji medis yang telah bekerja sama dengan 1.000 rumah sakit, klinik, dan laboratorium. Fitur terakhir adalah artikel kesehatan, konten kesehatan, tips, dan gaya hidup. Mengutip data Nielsen bulan September 2020, ada sekitar 47% pengguna internet yang menggunakan layanan telemedis, sementara ada 53% lainnya belum menggunakan aplikasi telemedis.

World Bank dalam temuannya pada 25 Januari 2021 juga menyebutkan bahwa konsultasi kesehatan melalui telepon dan saluran daring masih tergolong jarang di Indonesia. Dari rumah tangga yang memerlukan pelayanan kesehatan, hanya 7% melakukan konsultasi melalui telepon atau saluran daring.

Sebesar 40% dari yang tidak menggunakan layanan tersebut, menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui ketersediaan layanan atau tidak tahu cara menggunakannya. Sedangkan 17% sisanya memilih konsultasi secara fisik bertemu dengan dokter. Sisanya, tidak bisa mengakses layanan tersebut karena kendala teknologi atau akses internet yang terbatas, permasalahan biaya, serta kepedulian atas keamanan data personal dan kualitas konsultasi daring.

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono mengatakan bahwa pandemi menyebabkan angka kunjungan ke rumah sakit menjadi menurun. Pada tahun 2020, kunjungan masyarakat ke puskesmas mengalami penurunan sebesar 83,6%. Sekitar 43% puskesmas tidak menyelenggarakan posyandu, cakupan imunisasi oleh puskesmas mencapai sekitar 56,9%.

“Model-model telemedis seperti yang diterapkan oleh Good Doctor ini akan terus berkembang, dan akan membuat pengobatan itu menjadi lebih praktis, lebih modern, dan akan lebih terdigitalisasi secara mudah. Sehingga, akses masyarakat ke dokter juga akan lebih baik,” kata dia menutup pembicaraan.  

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)