Grab dan Ovo Diakui sebagai Brand Pemberdaya UMKM

Grab dan Ovo baru-baru ini diakui lembaga Briefer sebagai brand dari kategori ride-hailing (transportasi online) dan e-payment (pembayaran digital) yang konsisten mendukung pemberdayaan UMKM.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Ovo dan Core Indonesia pada 2021  terhadap 2.001 pelaku UMKM, 82% pelaku UMKM merasa terbantu oleh ekosistem mereka. Data riset ini juga menyebutkan bahwa, 70% UMKM yang mengadopsi pembayaran digital Ovo mengalami kenaikan transaksi hingga 30%. Dalam ekosistem Ovo, jumlah/total UMKM melampaui 95% dari 1.3 juta lebih pelaku usaha.

“Penghargaan ini memotivasi kami sebagai sistem pembayaran digital pilihan UMKM Indonesia untuk menjangkau dan membantu mereka berkembang lebih jauh lagi,” jelas Harumi Supit, Head of Corporate Communication Ovo.

Tidak hanya di kota besar, mereka yang berada di Indonesia Timur juga merasakan pengembangan tersebut. Tercatat menurut hasil riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), sejak kehadiran Grab di Kupang dan Jayapura, ada 30% dari merchant GrabFood dan 50% dari merchant GrabKios baru (2019-2021). “Grab percaya akan potensi dan saing UMKM Indonesia. Penghargaan yang baru saja kami terima memperkuat komitmen kami untuk terus berjuang bersama para pelaku UMKM,” jelas Mayang Schreiber, Chief Communications Officer Grab Indonesia.

Grab juga memberikan nilai tambah melalui Klub Juragan Grab Express (KJGE).  Dengan jumlah anggota sekitar 26.000 pelaku usaha berbasis online yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia,  KJGE memberikan sejumlah manfaat bagi para anggotanya, mulai dari promo menarik hingga kelas edukasi sehingga mereka tidak hanya terbantu dalam hal logistik, tapi juga mendapat keterampilan tambahan dan akses lebih luas ke potensi yang ditawarkan ekonomi digital.

Grab dan Ovo juga berkolaborasi dengan mitra-mitra swasta lainnya dan pemerintah dalam upaya pemberdayaan UMKM. Misalnya inisiatif PATRIOT (Program Akselerasi Transaksi Online Pemerintah) yang sudah diluncurkan di Surakarta.  Mereka terus melakukan edukasi dan onboarding pedagang pasar di empat zona Kota Surakarta, Jawa Tengah ke dalam ekosistem digital dengan metode pembayaran QRIS. Kolaborasi ini meningkatkan pemasukkan pajak daerah, karena UMKM dengan mudah terhubung secara online.

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)