Hasiholan Menguak Peradaban Barus dalam Buku Fotografi

Fotografer senior, Hasiholan Siahaan XIV, akan meluncurkan karya jurnalistik terbarunya, yakni buku fotografi berjudul “Barus Kota Emporium dan Peradaban Nusantara”. Buku ini menceritakan tentang sejarah Kota Barus di Sumatera Utara.

“Buku fotografi yang dibuat Hasiholan Siahaan berjudul Barus “Titik Nol Peradaban Nusantara” meninspirasi kita semua. Saya mewakili segenap tim dari Astragraphia Document Solution juga mengucapkan selamat kepada penulis, yang telah mengurai begitu dalam mengenai salah satu situs peradaban yang memiliki kejayaan luar biasa di masa lalu ini,” kata Direktur PT Astra graphia Tbk., Mangara Pangaribuan.

Secara pribadi, Hasiholan merupakan sosok yang memiliki passion dan pengamatan mendalam dalam meneliti hingga berbaur dengan masyarakat di Barus. Alhasil, buku ini telah berbicara dengan sendirinya kepada pembaca mengenai kejayaan Barus di abad 15-17 SM, sebagai peradaban yang bukan hanya memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah, tetapi menjadi diorama sosial yang heterogen karena pluralitasnya.

Secara garis besar, plot buku ini mengambil dua sudut pandang apik yang memadukan Barus sebagai pivot peradaban Nusantara, yang banyak dimanfaatkan tokoh-tokoh terkenal kala itu. Sebut saja Ibnu Sina, yang memanfaatkan kekayaan alam Barus untuk ilmu kedokterannya. Di sisi lain, sudut pandang Barus sebagai wilayah dengan peradaban yang plural menjadi keunikan tersendiri untuk merefleksikan kondisi sosial Indonesia hingga kini.

“Astragraphia Document Solution merasa terhormat bisa menjadi bagian dari buku ini, sehingga selaras dengan visi kami sebagai perusahaan yang memiliki budaya perusahaan untuk bermanfaat bagi bangsa dan peri kehidupan (valuable to the nation and life),” ujar Mangara.

Menurut Mangara, buku ini menjadi salah satu pegangan untuk mereka yang menginginkan pembelajaran sejarah, tapi dengan gaya bahasa yang mengalun ditambah hasil fotografi yang begitu hidup. “Ke depan, semoga dengan buku ini pula Barus akan mulai menggaung kembali kejayaannya yang di masa lalu sebagai refleksi di era kontemporer,” dia berharap.

Sedangkan anggota DPR RI Komisi XI dari PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, mendukung karya budaya dan seni yang dilakukan serius oleh Hasiholan. “Saya mengapresiasi karya beliau yang konsisten dan berkualitas dalam berkarya, “ujar Maruarar yang akrab disapa Bang Ara ini. Ini menjadi contoh di mana pluralisme di Barus di masa lalu masyarakatnya hidup rukun berdampingan walau banyak didiami berbagai macam aliran kepercayaan. “Ini merefleksikan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika,” ujar Maruarar.

Didukung Institut Francais d’ Indonesia dan lembaga Komunitas Seni dan Budaya Toba, peluncuran buku ini rencananya akan dibuka Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjoyo. Acara peluncuran buku akan diisi sesi diskusi dengan narasumber di antaranya yaitu: Duta Besar Prancis untuk Indonesia Jean-Charles Berthonet , Anggota DPR RI Maruarar Sirait, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak 2009-2014 Meutia Hatta, Pemerhati Barus Irawan Santoso, Arkeolog dan Dosen Universitas Indonesia Ghilman Assilmi, Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi PKB Marwan Dasopang, dan Ketua Umum KOWANI Giwo Rubianto Wiyogo, Staf Ahli Menteri Agama Prof Oman Fathurahman, dan Pemimpin Redaksi Aktual.com Muhammad Danial Nafis, Wakil Ketua DPD RI Damayanti Lubis, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Sibarani , Ketua Lembaga Riset Keamanan Cyber Pratama Persada, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy

Buku ini merupakan satu dari perjalanan peziarahan Hasiholan ke berbagai pelosok terdalam Indonesia yang dicintainya. Dan ia berharap buku ini memberi manfaat bagi bangsa Indonesia dan khususnya masyarakat Barus, Tapanuli Tengah. Peluncuran buku akan digelar di Pusat Kebudayaan Prancis - Institut Francais d’ Indonesia, Jakarta Selatan pada 19 Mei 2018 mendatang.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)