Heineken Sasar Pasar Baru dengan Varian Light Beer

PT Multi Bintang Indonesia Tbk (Multi Bintang) resmi meluncurkan Heineken Light di Indonesia. Produk ini hadir sebagai bentuk inovasi dari bisnis bir Heineken Light. Jika kita bandingkan dengan produk light beer dari produk sebelumnya, maka produk teranyar dari Heineken ini hadir  dengan kadar alkohol lebih rendah 3,3%, dan  kadar kalori rendah  99.

Dengan inovasi tersebut tentunya Heineken akan memeroleh pasar baru, di mana bisa dipastikan bahwa produk ini akan menyasar pengonsumsi bir di sela waktu yang berbeda, yaitu siang hari, karena kadar alkoholnya lebih rendah sehingga tidak akan mengganggu aktivitas pengonsumsinya.

Sekadar informasi, Heineken Light memiliki standar kualitas rasa yang telah memenangkan World Beer Championship's Best Tasting Light Beer tiga kali berturut-turut dari tahun 2014-2016. Selain itu, Heineken Light juga telah meraih gold winner dari ajang penghargaan European Beer Star pada tahun 2015.

Heineken Light terbaru ini menggunakan cascade hops. Bahan inilah yang membuat Heineken Light memiliki rasa floral, fruity dan fresh.

“Heineken Light  cocok bagi konsumen yang menginginkan bir rendah alkohol, rendah kalori dengan rasa yang menyegarkan,” kata Francis Aswin, Marketing Director PT Multi Bintang Indonesia Niaga.

Francis menambahkan, dengan adanya Heineken Light, maka konsumen dapat memiliki alternatif waktu yang berbeda dalam menikmati bir.

Berdasarkan riset yang dibuat oleh perusahaan riset independen TNS dengan lebih dari 1.000 responden pada tahun 2016, Heineken Light sangat cocok dinikmati saat konsumen sedang berkumpul selesai kerja dan saat berlibur di alam tropis. Gaya hidup yang sibuk membuat mereka memilih bir dengan kadar alkohol dan kalori yang lebih rendah, namun tidak ingin berkompromi dengan rasa.

Saat ini, Heineken Light telah tersedia dalam ukuran botol 330ml dan kaleng 320ml dan bisa didapatkan di hypermarket, supermarket, hotel, restoran, dan cafe yang memiliki lisensi untuk menjual minuman beralkohol di seluruh Indonesia.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)