Hingga 2030, Pemerintah Akan Beli 535 Ribu Unit Kendaraan Listrik

Presiden Joko Widodo saat meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang menandai pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Karawang, Jawa Barat, Rabu 15 September 2021 (Foto istimewa).
Presiden Joko Widodo saat meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang menandai pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Karawang, Jawa Barat, Rabu 15 September 2021 (Foto istimewa).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan pemerintah menargetkan pembelian kendaraan listrik mencapai 535 ribu unit untuk mempercepat popularisasi electric vehicle (EV). Target itu terdiri atas 135 ribu unit kendaraan roda empat dan 400 ribu unit kendaraan roda dua.

“Pemerintah akan menerapkan peraturan pembelian EV di instansi pemerintahan,” ujar Agus Gumiwang dalam webinar pada Jumat, 15 Oktober 2021.

Agus berujar, Indonesia  telah menyatakan kesiapan untuk memasuki era kendaraan listrik melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2019. Beleid itu mengatur percepatan kendaraan berbasis battery electric vehicle (BEV) untuk transportasi jalan.

Penggunaan kendaraan listrik bertujuan mengurangi emisi gas buang. Pada 2030, Indonesia menargetkan bisa menekan emisi CO2 hingga 2,7 juta ton untuk kendaraan roda empat atau lebih dan 1,1 jut ton untuk kendaraan roda dua.

Selain itu, Indonesia diproyeksikan bakal menjadi salah satu pemain rantai pasok kendaraan listrik mengingat pasarnya yang besar. Potensi tersebut dilihat dari pertumbuhan kelas menengah yang terus meningkat dan rasio kepemilikan mobil yang masih rendah, yaitu 99 mobil per seribu penduduk.

Indonesia juga memiliki cadangan nikel terbesar yang menjadi bahan baku utama pembuatan baterai kendaraan listrik. Saat ini, kata dia, sudah ada sembilan perusahaan di Tanah Air yang mendukung industri baterai. Lima perusahaan di antaranya merupakan penyedia bahan baku baterai dan empat lainnya ialah produsen baterai.

Guna menciptakan ekosistem BEV, kata Agus, diperlukan keterlibatan dari para produsen baterai, pilot project, konsumen, hingga pelaku infrastruktur. Sebagai pemain kendaraan listrik global, Indonesia ditargetkan bisa memproduksi 600 ribu unit kendaraan roda empat dan 2,45 juta unit kendaraan roda dua.

“Dalam meningkatkan industrialisasi BEV, pemerintah memberikan insentif fiskal dan non-fiskal, seperti tax holiday, tax allowance, pembebasan bea masuk, bea masuk ditanggung pemerintah, dan supertax deduction untuk RnD,” ujar Agus.

Dia memprediksi pertumbuhan penggunaan kendaraan berbasis baterai terus meningkat. Secara global, selama pandemi Covid-19, penjualan BEV kendaraan penumpang hingga akhir 2021 diperkirakan mencapai 28 juta unit.

“Mengutip Bloomberg, pertumbuhan ini akan berdampak pada peningkatan kebutuhan litium baterai yang mencapai 1,65 juta GW per hour serta kebutuhan infrastruktur charging station 9,89 juta unit pada 2030,” tutur Agus.

Sumber: Tempo.co

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)