HSBC Gelar Seminar dan Lokakarya Keuangan dan Perbankan di Purwokerto

Bank HSBC Indonesia bekerjasama dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF) dan Sampoerna University (SU) menyelenggarakan seminar dan lokakarya keuangan dan perbankan dengan tajuk “Memperkuat Sinergi Tripartit Pendidikan Tinggi untuk Pembangunan” di Kota Purwokerto, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan rangkaian program HSBC Indonesia Membina, yaitu program edukasi dan literasi keuangan yang menyasar mahasiswa dan dosen di berbagai daerah di Indonesia.

Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia, Nuni Sutyoko, menjelaskan selama tiga tahun terakhir HSBC Indonesia bersama PSF dan SU telah menginisiasi berbagai program terkait edukasi literasi keuangan. “Hal ini merupakan cerminan komitmen HSBC untuk mendorong bisnis yang berkesinambungan dengan membangun masyarakat dari segi sosial, lingkungan, dan ekonomi. Semoga inisiatif ini dapat menciptakan efek domino bagi lebih banyak penerima manfaat, yang pada akhirnya dapat membantu pemberdayaan masyarakat lewat pendidikan dan berkontribusi pada percepatan ekonomi.”

Dia berharap, lewat program ini mahasiswa dan dosen di Purwokerto dapat membarui dan memperluas pengetahuannya mengenai situasi bisnis di era disrupsi digital. “Purwokerto merupakan salah satu daerah yang angka penetrasi internetnya terus meningkat setiap tahunnya,” jelas Nuni.

Merujuk pada data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2017 telah mencapai 143 juta jiwa dari total 262 juta penduduk, di mana mayoritas persebarannya terpusat di Pulau Jawa. Sementara Purwokerto, mengutip data Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Purwokerto juga menemukan bahwa penetrasi ekonomi digital, yang kebanyakan masih didominasi sektor e-commerce, juga terus menunjukkan kenaikan yang signifikan selama 5 tahun terakhir.

Wahyoe Soedarmono, Project Manager Program Kerjasama HSBC-PSF sekaligus ekonom dari Sampoerna University, mengatakan, teknologi bisa menjadi pendorong perekonomian, mengingat kemajuan teknologi informasi dan perkembangan internet bukan hanya menyebabkan perubahan dalam menjalin relasi sosial masyarakat, tapi juga pola konsumsi dan aktivitas belanjanya. “Penting bagi daerah yang ekonomi digitalnya sedang tumbuh seperti Purwokerto untuk mempersiapkan dan mendorong sumber daya manusianya agar semakin kompetitif,” kata dia menjelaskan.

Adapun 2 target yang akan dicapai dalam program ini adalah pertama, peningkatan kapasitas dan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi tuntutan dunia kerja. Kedua, peningkatan kualitas riset sivitas akademika, sehingga dapat semakin relevan dengan perkembangan terbaru di dunia bisnis. Untuk itu, selain edukasi keuangan yang menyasar mahasiswa, juga diselenggarakan lokakarya riset bagi para dosen perguruan tinggi lokal, yang mencakup teknik penulisan dan publikasi hasil penelitian.

“Agar edukasi ini mampu berdampak holistik, mutlak diperlukan sinergi tripartit pendidikan tinggi yang melingkupi universitas, dunia bisnis dan pemerintah/masyarakat setempat. Oleh karena itu, kami dan HSBC Indonesia menggandeng sivitas akademika di Purwokerto untuk bersama-sama mengadakan semiloka ini,” jelas Wahyoe. Program ini juga diklaim sejalan dengan program sinergi aksi untuk ekonomi rakyat yang dicanangkan oleh pemerintah guna meningkatkan kolaborasi pendidikan tinggi dan dunia industri. Seminar dan lokakarya ini dijadwalkan akan digelar hingga 10 Oktober mendatang.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)