I3E Kemenristekdikti Dorong Pertumbuhan Startup

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir dalam konferensi pers I3E di Plaza Senayan, Selasa (10/09/2019)

I3E, gelaran pameran perusahaan rintisan (startup) berbasis teknologi yang diselenggarakan Kemenristekdikti, telah memasuki tahun ke-5. Sejak diperkenalkan tahun 2015, ekspo ini bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai program menumbuhkembangkan wirausaha rintisan berbasis teknologi dan hasil binaan Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Lemlitbang) yang dimanfaatkan industri.

Selama 5 tahun terakhir, Kemenristekdikti melalui Dirjen Penguatan Inovasi berupaya menggandeng perusahaan rintisan dari seluruh Indonesia untuk didanai, didampingi, dan dievaluasi perkembangannya sebagai aksi nyata mendukung penambahan jumlah unicorn di Indonesia.

Kemenristekdikti memiliki program utama terkait perusahaan rintisan, yaitu pendanaan dan pendampingan pada Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CBBT), Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PBBT), dan Inovasi Industri. Sejak program ini digalakkan pada 2015, telah tercatat 1307 startup yang digandeng Kemenristekdikti, terdiri dari 749 PPBT, 558 CPPBT, dan 15 Inovasi Industri.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, menuturkan, pertumbuhan perusahaan rintisan di Indonesia jauh dari ekspektasinya.

“Dulu saya menargetkan dalam 5 tahun ke depan hanya ada sekitar 300 startup yang muncul. Tapi sekarang jumlah mencapai lebih dari 1.300. Saya tidak menyangka lompatan jumlahnya sangat besar,” ujar Nasir. Kendati demikian, ia menilai apabila dikomparasi dengan luar negeri, pertumbuhan startup di Indonesia masih rendah. Untuk itu, dibutuhkan sinergi akademisi, bisnis, pemerintah, dan media untuk melahirkan inovasi startup secara cepat.

Masih banyak startup yang gagal dilanjutkan karena manajemen kurang baik, akses pemasaran yang sulit, hingga manajemen dana hibah yang tidak terpantau. Startup yang bernasib demikian akan diinkubasi lagi di Techology Business Incubation Center, sebuah program inisiasi Kemenristekdikti, untuk kemudian didampingi lagi.

Anggaran kementerian pun tidak main-main. Tahun 2019, Rp 1 triliun digelontorkan untuk penguatan inovasi startup. Tahun 2020, rencana dana yang akan dikucurkan mencapai Rp 6 triliun. Terkait jumlah tersebut, Kemenristekdikti berharap akan dibarengi lahirnya startup-startup dari seluruh Indonesia. Sejauh ini, tercatat startup yang lahir masih terpusat di Pulau Jawa dengan provinsi penghasil startup tertinggi yaitu Jawa Barat, diikuti Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.

Tahun ini, I3E akan diselenggarakan di JCC Senayan pada 3-6 Oktober 2019. I3E akan memamerkan inovasi dari 396 peserta yang terdiri dari 248 startup, 130 calon startup, 3 perusahaan lanjutan, dan 15 inovasi industri. Tak hanya berupa pameran, pada ajang ini juga turut dilaksanakan seminar bisnis dan teknologi, talkshow, business pitching, hingga coaching. Sejumlah investor juga diundang guna mempertemukan dengan pelaku startup agar terciptanya sinergi dan percepatan yang diharapkan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
Expo Startup

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)