Ide Inovasi Bisa Diperoleh dari Sekitar Kita

Ide inovasi bisa didapat dari sekitar kita. Justru ide itulah yang akan sangat bermanfaat dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari kita.

Inilah yang dibagikan para pembicara dalam roadshow Kino Youth Innovator Award 2018 (KYIA) di Auditorium Vokasi UI Depok. Semangat budaya inovasi ditularkan PT Kino Indonesia Tbk melalui kegiatan ini dan menjadi branding yang  apik sebagai perusahaan yang besar serta kuat karena ide dan inovasi.

Budi Santoso, Product Innovation Director PT Kino Indonesia Tbk.,  yang hadir sebagai pembicara di hadapan mahasiswa UI (13/04/2018) menceritakan pengalamannya mau bergabung dengan perusahaan ini karena kuatnya budaya inovasi dalam perusahaan yand didirikan oleh keluarga Harry Sanusi itu.. “Waktu itu Pak Harry meyakinkan saya bahwa perusahaan lokal juga bisa dan tidak kalah dengan perusahaan asing dalam melahirkan produk-produk inovatif yang diterima pasar,” ujarnya.

Disampaikan Budi, pemilik Kino prihatin sebagian besar produk sehari-hari kita dikuasai produk dari merek luar. Kino membuktikan diri bisa menjadi perusahaan kuat dengan inovasi-inovasinya yang idenya sebenarnya dari apa-apa yang ada di sekitar kita. Ia menyebutkan misalnya Eskulin Collonge Gel, pewangi tubuh dengan bentuk gel memungkinkan harumnya kuat sepanjang hari. Ide pengharum tubuh dalam bentuk gel setelah mendapat masukan wewangian dalam bentuk spray kerap cepat hilang wanginya.

“Lalu kami juga punya produk Ellips, vitamin rambut dalam bentuk kapsul yang juga bisa sekaligus mengharumkan rambut, ini inovasi Kino, belum ada di pasar sebelumnya,” ungkapnya. Menurut Budi, Kino butuh waktu dan biaya tidak sedikit untuk menghasilkan Ellips. Vitamin rambut Ellips membutuhkan waktu 7 tahun hingga menjadi produk yang siap dipasarkan.

“Tantangannya mencari bahan kapsul yang halal, karena bahan kapsul kebanyakan dari gelatin babi. Kami lalu menggunakan bahan gelatin sapi, tapi sampai bolak balik ganti mesin karena dengan gelatin sapi jika terlalu panas meleleh, didinginkan makin keras,” tuturnya. Setidaknya Rp 20 miliar investasi digelontorkan Kino untuk mesin yang bisa mengolah gelatin sapi hingga bisa menjadi kulit kapsul Ellips yang stabil digunakan.

“Kami sadar tidak bisa sendiri dalam berinovasi, akhirnya kami menggandeng laboraturium di Paris dan untuk mesin dengan Korea, barulah bisa membuat kapsul Ellips yang tepat,” ungkapnya. Kini produk Ellips sudah diekspor ke 120 negara.

Kino sadar betul dengan diberlakukannya MEA atau masyarakat ekonomi ASEAN, kompetisi dunia industri, ekonomi maupun tenaga kerja tentu saja akan semakin ketat. Pada era ini, akan terjadi aliran bebas barang, jasa dan tenaga kerja terlatih serta aliran investasi. “Diberlakukannya MEA ini justru menjadi tantangan dan peluang bagi bangsa Indonesia untuk memenangkan persaingan. Dan inovasilah kuncinya,” jelas Budi lagi.

Konsistensi Kino dalam berinovasi berbuah manis, berbagai penghargaan dari dalam negeri dan internasional diraih, salah satunya dari OCI International pada 2016 yang penghargaannya diberikan di Amerika ini.

“Glocal atau dari lokal menuju global, memang menjadi titik berat kompetisi ini, karena kami yakin bahwa Indonesia kaya akan sumber daya lokal, dan untuk menjadi pemenang, kita harus berani mengangkat apa yang ada di dalam, untuk dibawa keluar,” ujar Budi.

Sebagai rangakaian dari KYIA, Kino mengadakan Road to KYIA 2018, talkshow bertema “Tomorrow’s Innovator, Embracing Challenges, Shaping the Future” diadakan di 12 universitas di Indonesia, dua di antaranya Universitas Indonesia (13 April) dan Institut Teknologi Bandung (23 April) .Selain perwakilan dari PT. Kino Indonesia, Tbk, talkshow ini menghadirkan diaspora Indonesia, wadah orang Indonesia yang berkarya di luar negeri, yang diwakili oleh Mulya Amri, Urban Development & Public Policy Specialist, National University of Singapore (Universitas Indonesia) dan Ayleen Wisudha, Vice President II- Chair Indonesian Diaspora Network UK and Rep. Ireland.

Mulya Amri menjelaskan mengenai tantangan kompetisi global yang akan dialami oleh kaum muda mendatang. Saat ini Indonesia ada di peringkat ke-36 dari 109 negara dalam rangking Global Competitiveness Index. Tidak terlalu buruk tetapi kita harus waspada dan tidak lengah, terutama melihat kecepatan inovasi di negara lain, termasuk Malaysia dan Vietnam.  Namun Indonesia memiliki potensi besar karena didukung pasar yang besar dengan jumlah penduduk yang mencapai 250 juta jiwa.

“Kemampuan presentasi yang bagus sama pentingnya dengan ide yang bagus. Maka itu, agar ide kita bisa diterima orang lain, saya saran pada kalian para mahasiswa agar sering-seringlah presentasi, tampil di depan umum, ikuti lomba-lomba debat,” ujar Mulya.

KYIA pertama kali diadakan tahun 2016. Sebagai ajang kompetisi inovasi tahunan, KYIA menyasar ide- ide terbaru dari mahasiswa seluruh Indonesia. Bila di tahun 2016 mengangkat tema Build Up A Glocal Innovation, dan Advancing Indonesia Through Local Heritage  tahun 2017. Tahun 2018 ini bertema Empower Life Through Nature. Melalui kompetisi ini, Kino kembali mengajak kaum muda untuk mengedepankan sumber daya Indonesia untuk memenangkan kompetisi pasar.

Informasi mengenai KYIA ini telah disebar ke lebih dari 100 universitas seluruh Indonesia, website Kino dan Instagram Kino. “Kami berharap di tahun ini, peserta KYIA meningkat dibanding tahun sebelumnya. Karena ajang ini sebenarnya adalah tantangan dan tolak ukur apakah anak muda Indonesia berani berinovasi dan mengoptimalkan diri menjadi sang innovator,” kata Budi.

KYIA merupakan kompetisi ide- ide terbaru dari generasi muda. Bertujuan untuk memotivasi generasi muda agar berani berinovasi, menemukan sesuatu yang baru yang bermanfaat bagi masyarakat, kompetisi ini diadakan sebagai kompetisi tahunan yang diikuti oleh mahasiswa berbagai univeritas di Indonesia. KYIA diadakan dalam berbagai tahapan, seperti campus roadshow, innovation submition, final defence challange dan awarding. Di tahun 2018 ini, semua tahapan akan dilaksanakan mulai Maret hingga Mei 2018.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)