Indonesia Menjadi Observer di Financial Action Task Force

Sumber foto: mnj.my.id

Usaha Indonesia untuk menjadi anggota Financial Action Task Force memperlihatkan hasil yang positif. Keberhasilan Indonesia dengan ditetapkannya sebagai observer yang disahkan dalam sidang pleno Financial Action Task Force-Middle East and North Africa Financial Action Task Force (FATF-MENAFATF) Joint Plenary Meeting di Paris, Perancis, 29 Juni 2018.

Menurut Presiden FATF, Santiago Otamendi dalam sesi pembahasan keanggotaan Indonesia, Indonesia menunjukkan antusiasme yang tinggi dan komitmen penuh dalam menegakkan rezim Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU/PPT). Dukungan untuk Indonesia diawali oleh Portugal, Selandia Baru dan Singapura dan diikuti oleh sejumlah negara lain termasuk RRT, Jerman, Australia, Amerika Serikat, Inggris, dan Rusia.

Hal ini menandai pengakuan dunia internasional terhadap peran strategis Indonesia dalam mencegah dan memberantas kejahatan pencucian uang, pendanaan terorisme, dan proliferasi senjata pemusnah massal begitu serius. Diresmikannya Indonesia menjadi observer FATF memiliki arti penting, mengingat FATF adalah suatu forum kerjasama antar negara yang bertujuan menetapkan standar global rezim anti pencucian uang dan pendanaan terorisme serta hal-hal lain yang mengancam sistem keuangan internasional.

Indonesia akan menjalani proses Mutual Evaluation Review (MER) FATF untuk penilaian kepatuhan Indonesia sebagai langkah selanjutnya untuk menjadi anggota penuh FATF. Dengan diperolehnya status observer, Indonesia sudah dapat mengikuti kegiatan FATF dan memberikan masukan secara langsung dalam pertemuan FATF. Komitmen besar Indonesia untuk terus memperkuat rezim APU/PPT baik di tingkat nasional maupun global mendapat peran besar melalui keanggotaan ini.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)