Industri Hospitality Fokus Tumbuhkan Pasar Indonesia

Presiden Direktur Traya Eksibisi Internasional Bambang Setiawan, pengamat industri mebel dan kerajinan Tanangga Karim, Founder Destijl Cipta Kreasi Rina Renville dan Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia Lea Aziz dalam acara Pre Event Hospitality 2018 di Jakarta, (24/1). (foto: Jeihan Kahfi/SWA)

Industri mebel Indonesia diharapkan bisa menggeliat kembali setelah sempat menurun di tahun 2017.

Menurut pengamat mebel dan industri,  Panangga S. Karim, nilai ekspor mebel nasional hanya US$ 1,3 miliar pada tahun 2017. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan dengan pencapaian tahun 2016 dan 2015, yang masing-masing sebesar US$ 1,6 miliar dan US$ 1,93 miliar.

Pasar ekspor cenderung turun disebabkan negara tujuan ekspor masih terbatas pada negara-negara tradisional yang berdampak pada kelesuan ekonomi global seperti Amerika Serikat dan Eropa. “Tujuan ekspor pelaku mebel dan kerajinan saat ini 60 persen ke AS, 30 Eropa dan sisanya Asia dan Afrika,” ujar Panangga saat konferensi pers pameran Hospitality 2018, di Jakarta, (24/1/2018).

Ia menuturkan, saat ini pelaku industri tengah menyasar negara-negara non tradisional seperti di Timur Tengah, Eropa Timur, Afrika, Asia dan Australia yang masih potensial. Meski demikian, dia menyebutkan bahwa pelaku mebel saat ini masih terlalu berkonsentrasi pada pasar ekspor saja, padahal kebutuhan domestik juga tinggi.

“Selama ini, industri mebel dan kerajinan terlalu banyak fokus ke ekspor, belum memberi perhatian pada kebutuhan domestik. Sebagai gambaran pasar ekspor mebel di China mencapai US$ 60 miliar, sementara kebutuhan dalam negeri China US$ 80 miliar. Di Indonesia diperkirakan nilai pasar ekspor dan domestik seimbang,” tambah Panangga.

Dalam rangka menggairahkan industri hospitality termasuk pasar furnitur, kerajinan, interior design dan hotel supply di Indonesia, Traya Events akan menyelenggarakan ajang Hospitality 2018 yang merupakan konsorsium tiga pameran yaitu Furniture & Craft Indonesia, Mozaik Indonesia & Hotel Sourcing Indonesia.

Penggabungan ketiga pameran dengan nama Hospitality diproyeksikan menjadi wadah yang komplet untuk mempertemukan para produsen, praktisi, dan konsumen dari industri-industri terkait seperti  furnitur, kerajinan tangan, desain interior, dan perlengkapan perhotelan.

Pada kesempatan yang sama, Lea Aziz, Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) menuturkan hingga tahun 2020 akan dibangun sebanyak 29-32 ribu ruang kamar hotel yang ada di Indonesia. “Industri hospitality, termasuk mebel dan desain interior tidak akan pernah mati karena pariwisata Indonesia yang tengah berkembang serta didukung dengan program pemerintah 10 destinasi pariwisata baru,” kata Lea.

Menurut data Colliers International, pertumbuhan kebutuhan wisata domestik antara tahun 2016-2026 sebesar 4,8% per tahun, sedangkan kedatangan turis manca ke Indonesia sepanjang tahun 2016-2026 mengalami pertumbuhan sebesar 6,6% per tahun. Hal ini memberikan ruang bagi industri hospitality terus tumbuh dan berkembang.

Untuk diketahui, pameran Hospitality akan digelar pada 24-27 Oktober 2018 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat. “Pameran Hospitality 2018 ini memiliki peran penting untuk merangsang industri kreatif di Indonesia, khususnya dalam bidang desain yang terkait dengan furnitur, kerajinan, interior, dan perhotelan,” kata Bambang Setiawan, Presiden Direktur PT Traya Eksibisi Internasional.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)