Ini Jajaran Merek Paling Populer di Ranah Digital

Di era digital saat ini, tidak heran jika kampanye merek lebih banyak di berbagai platform digital. Garuda Indonesia misalnya, sejak 2015 sudah menempatkan porsi digital marketingnya jauh lebih besar daripada di media konvensional. Disebut Arief Wibowo, mantan Dirut Garuda Indonesia, porsi kampanye mereka di media konvensional tinggal 30 persen saja, sisanya di digital. Maka tidak heran jika kini merek-merek mulai meramu strategi digital marketingnya agar terlihat di 132 juta pengguna internet Indonesia.

Adalah Tras N Co, yang memiliki gagasan melakukan riset merek-merek yang berhasil menancapkan popularitas mereknya di era digital dengan memberikan penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award. Riset ini menggunakan tiga parameter pendekatan yaitu Search Engine Based (40%), Social Media Based (40%) dan Website Based (20%).

Menurut Tri Rahardjo, Chairman Tras N Co Research, saat penyerahan penghargaan di Hotel JW Marriot, Mega Kuningan Jakarta, ternyata banyak pengelola merek yang tidak terlalu aware dengan digital sebelumnya, kini mulai membuka diri dan serius masuk ke ranah digital untuk menyapa dan mempertahankan pelanggan setianya melalui berbagai media digital. “Saya berharap Indonesia Digital Popular Brand Award bisa menjadi barometer penguasaan pasar dan jadi rujukan netizen dalam mencari, membicarakan dan menjadi simbol kepercayaan dalam memilih merek atau produk di Indoensia,” ujar Tri.

Ia menjelaskan, Survei Digital Popular Brand dilakukan sejak November 2016 hingga Januari 2017. Ada lebih dari 1000 merek dan 151 kategori produk yang masuk dalam metodologi internet based survei. Ada tujuh tahapan proses riset yaitu pertama mapping dan pengelompokan merek, kedua pengumpulan nama website, akun media sosial peserta, lalu ketiga extract data dari tiga pihak independen, keempat pemberian skor berdasarkan pembobotan, kelima final scoring dan kontrol kualitas, keenam rapat keabsahan score final dan ketujuh pengumuman score final.

Kriteria pemenang diberikan pada merek yang memperoleh nilai popular minimal 10 ribu google result dan minimal indeks final  sebesar 10% serta merek-merek yang menurut survei berada dalam posisi ketiga teratas pada kategori produknya. “Merek yang memenuhi dua kriteria tersebut berhak mendapat predikat Indonesia Digital Popular Brand Award 2017,” kata Alex Iskandar, CEO IMFocus, sebagai partner digital survey ini yang juga Google Certified Partner. Alex mengatakan,  dengan kriteria ini bisa jadi satu kategori tidak menutup kemungkinan terdapat lebih dari satu merek. Namun pihaknya membatasi maksimal hanya 3 merek dalam satu kategori yang masuk dalam predikat tersebut.

Merek-merek yang menang Indonesia Digital Popular Brand Award 2017 adalah Marcks (bedak tabur), Salicyl, Vinilon, Chitose (kursi kantor), Cisangkan (genteng beton), Sharp, Wavin, Bodrex, Marina (hand body), Fastron, Revlon, Epson, BNI Syariah, BTN, Onda (kran air), Prudential, Terminix Pest Control, Citilink (LCC), Astragraphia Fuji Xerox, dan Quantum.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Pajero Sport Dakar Ultimate Rakitan Lokal Bakal Tampil di IIMS 2017

PT Kramayudha Tiga Berlian (KTB—agen Pemegang merek Mitsubishi) dalam ajang IIMS (Indonesia International Motor Show) akhir bulan April 207 bakal...

Close