Inkowapi Dukung Koperasi Digital Gagasan Presiden Jokowi

Sharmila Yahya Zaini (kedua dari kanan) dan pengurus Induk Koperasi Pengusaha Wanita Indonesia

Presiden Joko Widodo berpendapat, koperasi Indonesia masih ketinggalan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi digital yang perkembangannya demikian cepat dan dinamis.

“Contohnya penggunaan media sosial sebagai platform untuk meningkatkan kinerja koperasi masih kurang,” ujar Presiden saat mempringati Hari Koperasi Nasional ke-71 di Indonesia Convention Exhibition BSD City, Tangerang.

Menurutnya, kemampuan anggota koperasi untuk memanfaatkan media sosial dan teknologi digital harus lebih ditingkatkan. Dengan cara seperti ini, Jokowi meyakini koperasi akan lebih berkembang pesat. Karena internet tidak lagi mengenal hambatan jarak. Selain itu Jokowi juga meminta koperasi berjualan lewat aplikasi belanja online seperti Lazada, Tokopedia, dan Bukalapak, atau malah membuat toko online sendiri.

Berkaitan dengan pernyataan Presdien Jokowi itu, Ketua Umum Induk Koperasi Pengusaha Wanita Indonesia (Inkowapi), Sharmila Yahya Zaini, mengatakan, para pengusaha perempuan baik mikro kecil dan menengah mengapresiasi dan siap untuk mendukung sepenuhnya gagasan tersebut.

Saat ini kita berada di era digitalisasi. Internet membawa perubahan dunia yang sangat revolusioner. Internet menjadikan dunia sebagai negara global tanpa batas, semua terhubung dan terkoneksi menjadi satu.” Jika koperasi tidak masuk ke dalam dunia digital, maka ia akan ditinggal oleh perkembangan pesat bisnis online yang sudah menggusur peran model bisnis konvensinal,” kata Sharmila.

Ia menambahkan, Inkowapi saat ini telah masuk dan hijrah ke manajemen berbasis digital. Mulai dari mengelola anggota, kelembagaan, program, unit-unit bisnis, dan keuangan, seluruhnya telah menggunakan sistem digitalisasi. Tujuannya agar lebih transparan, serta program berjalan lebih cepat dan dapat diakses oleh anggota, organisasi maupun pihak-pihak terkait lainnya.

“Mulai Januari 2018 Inkowapi telah mengadakan program Digitalisasi Warung. Sekitar 100 warung di wilayah Jabodetabek dan kota-kota di Jawa lannya kami bekali mesin Point of Sales (POS) portable berbasis Android,” ungkap Sharmila.

Melalui POS portable, lanjut Sharmila, pemilik warung dapat mengetahui transaksi yang terjadi di warung, barang-barang apa saja yang mudah terjual (fast moving), hingga bekerja sama dengan partner sebagai agen pembayaran BPJS, lsitrik, PBB, PAM, dan sebagainya. Juga, mendukung 100 warung digital itu berupa permodalan untuk sembako dengan term of payment setiap dua minggu.

Bagi Inkowapi sendiri, tujuan jangka panjang dari program digitalisasi koperasi ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang pemberdayaan ekonomi perempuan. Menurutnya, Inkowapi telah melatih lebih dari 3.000 anggota untuk pengelolaan warung secara digital bekerja sama dengan SAHARA (Sahabat Usaha Rakyat) dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan warung.

Saat ini program yang sedang berjalan adalah pendataan dan pembinaan warung tradisional yang dikelola oleh para perempuan di beberapa propinsi antara lain DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

“Kami menjadikan warung tradisional yang mereka kelola sebagai warung digital alias warung zaman now,” jelas Sharmila yang juga penggagas terbentuknya komunitas Sahara sekaligus Ketua Komite Tetap Bidang Pembinaan dan Pengembangan UMKM dan Koperasi – KADIN Indonesia, ini.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)