Investasi Baru Bayer Perkuat Bisnisnya di Indonesia

Tahun ini Bayer memasuki usia 60 tahun di Indonesia. Perusahaan  Life Science terkait kesehatan dan pertanian ini berinvestasi Rp 500 miliar  di pabriknya di Cimanggis.

Investasi yang dialokasikan untuk dua tahun ke depan ini digunakan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi produk kesehatan Bayer. Jumlah itu menggenapkan total dana yang sudah dibenamkan Bayer di Indonesia dalam 10 tahun terakhir dengan nilai Rp 1,6 triliun.

Berkat komitmen tinggi Bayer ini, 75 persen hasil produksi pabrik di Cimanggis ini telah diekspor ke 30 negara yang menjadi tujuan pasar produk kesehatan Bayer. Menariknya, pabrik yang menempati lahan seluas 102 ribu m2—baru 18 ribu m2 yang dibangun untuk fasilitas produksi-- menghasilkan produk-produk yang diekspor ke negara-negara dengan regulasi farmasi paling ketat di dunia seperti Australia, Korea dan negara-negara Eropa.

“Sekitar tahun 2005 ekspor dari pabrik ini baru ke 3 negara, sekarang sudah merambah 30 negara,” ujar Angel-Michael Evangelista, Managing Director PT Bayer Indonesia. Menurut pria yang akrab disapa Mike ini tambahan investasi senilai Rp 500 miliar itu, akan digunakan untuk menambah line produksi sehingga bisa meningkatkan ekspor pabrik Bayer di sini, serta untuk meningkatkan fasilitas laboratorium pengendalian mutu.

Ia menyebut, saat ini ekspor Bayer secara total ke 30 negara itu nilainya Rp 700 miliar, sedang secara total penjualan Bayer Global di 2016 nilainya 46,8 miliar Euro. Tanpa menyebut angka pasti, porsi penjualan Bayer Indonesia, Mike menegaskan pentingnya pasar Indonesia bagi Bayer Global. Ia menjelaskan selain produk kesehatan, grup ini di Indonesia ada Bayer Corp Science yang bergerak di produk pertanian seperti insektisida, pupuk dan benih. Hanya saja di Indonesia baru produk insektisida yang dipasarkan Bayer. “Pabrik kami untuk produk pertanian ada di Surabaya dan sudah diekspor ke lima negara,” katanya.

Airlangga Hartarto, Menperin RI yang hadir dalam perayaan HUT ke-60 Bayer di Indonesia serta membuka fasilitas baru laboratorium pengendalian mutu mengapresiasi komitmen Bayer ini. “Terlebih farmasi adalah sektor penting, karena tumbuh lebih dari 7 persen. Kami mendorong investasi seperti Bayer ini, komitmen mereka investasi di sini sudah 60 tahun bahkan terus dikuatkan dengan tambahan investasi 500 miliar rupiah itu hingga 2019,” katanya. Ia berharap komitmen investasi Bayer dan pemain farmasi lain makin diperkuat dengan produksi yang lebih banyak menggunakan bahan baku lokal.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)