Jangkau Pelanggan BUMN, Omzet UMKM Meningkat di PaDi UMKM Hybrid Expo 2022

Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) di pagelaran PaDI UMKM Hybrid Expo 2022

Bekerja sama dengan Kementerian BUMN, PaDi UMKM sebagai produk digital di bawah naungan Leap-Telkom Digital dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), memberikan apresiasi dan membantu UMKM naik kelas lewat perhelatan PaDi UMKM Hybrid Expo 2022, di Sarinah, Jakarta.

PaDi UMKM merupakan bagian dari Leap sebagai umbrella brand produk dan layanan digital Telkom untuk mengakselerasi digitalisasi masyarakat Indonesia. Dengan adanya Leap, diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia demi mengakselerasi terwujudnya kedaulatan digital nasional, sejalan dengan target pemerintah dalam beberapa tahun mendatang. 

PaDi UMKM Expo telah terselenggara tiga kali dan kali ini yang pertama diselenggarakan secara hybrid. Perhelatan tahun ini diramaikan oleh 412 UMKM yang berasal dari berbagai kategori, di antaranya infrastructure and building, furniture and home decor, serta food and beverage. PaDi UMKM Hybrid Expo 2022 juga didukung oleh 8 ribu peserta buyer group BUMN.

“Antusiasme dari UMKM juga meningkat. Tahun 2021 pada PaDi UMKM Expo pertama ada 244 UMKM, PaDi UMKM Expo kedua 295 UMKM, dan PaDi UMKM Expo tahun ini meningkat setelah adanya hybrid menjadi 412 UMKM,” tutur Loto Srinaita Ginting, Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN. 

Jimmy Karisma Ramadhan Tribe Leader SMB Digitalization Telkom, memaparkan PaDi UMKM Hybrid Expo 2022 telah terselenggara secara offline di Sarinah sejak 28 September hingga 2 Oktober 2022. Sedangkan penyelenggaraan online dilaksanakan pada 28 September hingga 12 Oktober 2022.

Hingga perhelatan di tanggal 2 Oktober 2022,  tercatat total pesanan pembelian yang didapat oleh semua pelaku UMKM mencapai lebih dari 1.200 permintaan dengan nilai transaksi lebih dari Rp700 juta.

“Sedangkan total transaksi B2B dari buyer group BUMN senilai lebih dari Rp420 juta. Total transaksi dari buyer retail atau B2C nilainya mencapai lebih Rp270 juta. Kategori catering and snack menjadi kategori dengan jumlah order tertinggi,” tambah Jimmy.

Lies dari CV Rajasa, pelaku UMKM memulai usaha batiknya sejak tahun 2007 mengaku sangat terbantu dengan keberadaan PaDi UMKM Expo dan  menjadi bagian dari perhelatan ini sejak tiga tahun lalu di awal pandemi Covid-19 mulai mewabah di tanah air. 

“ PaDi UMKM Expo adalah pameran online pertama yang saya ikuti dan  mendapatkan omzet cukup besar. 

Kini kami  memiliki pelanggan yang berasal dari banyak BUMN dan produknya pun bisa dikenal di seluruh Indonesia. Semenjak bergabung PaDi UMKM usaha saya pun semakin berkembang dan benar-benar dipakai oleh BUMN-BUMN, yang selama ini akses kita sebagai UMKM sulit dipakai di BUMN,” ungkap Lies. 

Pengalaman yang sama juga dirasakan oleh Kristi dari CV Makmur Dafa Mandiri Kediri yang bergerak di bidang industri kreatif pengadaan alat tulis kantor, percetakan, souvenir, dan mebeler. Sejak bergabung dengan PaDi UMKM,  di tengah pandemi Covid-19 usahanya dapat terus berjalan.

“Dari saya hanya punya pegawai 5 orang, sekarang Alhamdulillah ada 40 pegawai. Berkat PaDi UMKM, dari yang tidak bisa menjadi bisa. Saya bisa mengirimkan barang ke kantor-kantor BUMN di seluruh Indonesia, dari yang sebelumnya hanya di daerah Kediri saja,” kata Kristi.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)