Jurus Bank BTN, Tingkatkan Pembiayaan Perumahan

Budi Satria, Direktur Consumer Banking PT Bank BTN, dalam diskusi yang digelar Forwapera dengan tema : "Skema Baru FLPP dan Relaksasi LTV Gairahkan Pasar Perumahan."

Program penyaluran dana Falisitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP) telah digulirkan. Hanya saja realisasinya tidak semulus yang diharapkan. Menurut Budi Hartono, Direktur Utama Pusat Pengelolahan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR, hingga semester 1 tahun ini ada 8 bank yang belum menjalankan tugasnya dengan baik.

Delapan bank pelaksana tersebut terdiri dari tiga bank umum nasional dan lima bank pembangunan daerah, dari 40 bank yang saat ini bekerjasama untuk menyalurkan dana FLPP. Dalam penyaluran dana FLPP, tahun ini PPDPP bekerja sama dengan 40 bank pelaksana, terdiri dari sembilan bank umum nasional dan 31 bank pembangunan daerah.

Tahun 2018, Kementerian PUPR menargetkan sebanyak 630.437 unit rumah yang akan mendapat bantuan pembiayaan perumahan. Terdiri dari FLPP sebanyak 60.625 unit, Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sebanyak 344.500 unit, Subsidi Selisih Bunga Kredit Perumahan (SSB) sebanyak 225.000 unit dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebanyak 312 unit.

Hingga semester I tahun 2018, capaian rumah subsidi yang telah didanai melalui KPR FLPP sebanyak 12.455 unit rumah atau senilai Rp1,43 triliun. Sementara untuk realisasi SSB sebanyak 45.198 unit atau 20% dari target 225.000 rumah dengan anggaran Rp 2,5 triliun. SBUM sebanyak 51.365 unit atau 14,9% dari target tahun 2018 sebanyak 344.500 unit dengan anggaran Rp 1,3 triliun.

Realisasi penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 hingga 31 Juli 2018, mencapai RP 32,36 triliun, dengan 532.283 unit rumah. Adapun penerima FLPP tahun ini sebanyak 12.455 unit rumah senilai Rp 1,43 triliun.

Tahun lalu, Bank BTN hanya menyalurkan KPR Subsidi dengan skema Subsidi Selisih Bunga (SSB), menurut Budi Satria, Direktur Consumer Banking BTN, tahun ini BTN kembali mendapat persetujuan dari menteri keuangan untuk menjadi salah satu bank pelaksana penyalur dana FLPP.

Bank BTN siap untuk mengambil alih kredit pemilikan rumah/KPR dengan skema Falisitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP yang sebelumnya digarap bank lain. “Kami siap, bila PPDPP (Pusat Pengelolahan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) menunjuknya,” kata Budi.

Bank BTN sebagai pemimpin di pasar KPR, menguasai pangsa pasar KPR nasional sebesar 37,47% dan menjadi penyalur terbesar diantara perbankan lain untuk KPR Subsidi sebesar 94,12%.

Sedangkan untuk Program Satu Juta Rumah, Bank BTN sudah menyalurkan KPR untuk 423.303 unit rumah dengan nilai Rp38,4 triliun baik dalam bentuk KPR subsidi maupun non subsidi. Dari keseluruhan penyaluran KPR tersebut, 307.360 unit diantaranya berbentuk kredit konstruksi perumahan.

Khusus untuk KPR subsidi Bank BTN sudah mendistribusikan pinjaman untuk 297.044 unit rumah dengan nilai Rp17,15 triliun. Hingga semester tahun ini, Bank BTN mengucurkan KPR subsidi dengan skema Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan bantuan uang muka.

Selanjutnya semester II tahun ini Bank BTN akan menyalurkan kredit dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). “Dengan adanya FLPP tersebut diharapkan akan meningkatkan kapasitas kredit Bank BTN sehingga masyarakat dapat memiliki rumah yang layak dengan cara mudah, cepat dan murah," tutur Budi.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)