Karakter Startup Unicorn Indonesia 

Ketua Umum Asosiasi Tech Startup Indonesia (ATSINDO), Handito Joewono.

Ketertarikan investor luar negeri pada industri teknologi digital startup di Indonesia  dikarenakan potensi pertumbuhannya masih besar.

Dengan dukungan besarnya jumlah pengguna internet di Indonesia dan  masih banyaknya sektor yang belum tergarap secara digital, menjadikan Venture Capital (VC) asing ingin menggelontorkan dana segarnya.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Tech Startup Indonesia (ATSINDO), Handito Joewono, ada beberapa hal yang membuat investor luar tertarik. Pertama, karena mereka berharap return operasional dan capital gain yang besar dikemudian hari. Kedua, dengan berekspansi ke Indonesia, mereka berharap tidak hanya mendapatkan capital gain, tetapi memang usaha atau bisnisnya. “Ini yang menjadi alasan-alasan investor luar negeri berebut masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Handito melihat empat unicorn (Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, Bukalapak) memiliki karateristik Indonesia dan itu memengaruhi bagaimana mereka berjalan. Seperti halnya Go-Jek yang mengandalkan pasar dalam negeri dan layanannya  cocok dengan pasar Indonesia. “Go-Jek kuat di sisi fintech, sehingga tidak ada matinya dalam berinovasi. Go-Jek berbeda dengan kondisi e-commerce yang hanya akan menemukan titik jenuhnya. Bahaya jika hanya tergantung pada injeksi dana agar dapat survive,” ungkapnya. Sementara untuk startup tour & travel melenggang dan nyaris tanpa kompetitor, karena susah untuk disaingi.

Handito mengungkapkan bahwa perusahaan startup unicorn paling sedikit akan menghadapi tiga masalah : validitas bisnis model, permodalan, dan manajemen berkaitan dengan inovasi dan teknologi. “Saya amati masih banyak perusahaan yang belum sanggup menjadi unicorn karena adanya keterbatasan kemampuan manajemen inovasi maupun aset,” jelasnya. Sesungguhnya menjadi unicorn membutuhkan skill management perusahaan seperti mengelola perusaahan besar dan tidak boleh lagi berpikir masih perusahaan startup.

Baginya, perusahaan unicorn bukan dibentuk dan diciptakan. Namun tercipta dan terbentuk secara organik. Menciptakan perusahaan rintisan yang berbasis teknologi yang efektif lebih penting dan memiliki daya tahan dari gempuran luar negeri. Multiplier effect yang baik akan muncul untuk startup yang berhasil mendayagunakan  orang dan produk lokal.

 

Reportase: Sri Niken Handayani

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)