Keberhasilan Inovasi Obat Diabetes Ferron Tembus Inggris

Pesiden Direktur PT Ferron Par Pharmaceuticals, Krestijanto Pandji.

PT Ferron Par Pharmaceuticals  (Ferron) tercatat sebagai perusahaan farmasi pertama asal Indonesia yang berhasil menembus pasar Inggris. Keberhasilan ini tak luput dari upaya anak usaha Grup Dexa Medica tersebut terus berinovasi dan tetap menjaga kualitas.

Selain itu, Ferron pun  berhasil meraih peringkat satu di ajang Outstanding Corporate Innovator (OCI) 2018 kategori Platinum Award. Inovasi yang dilakukan berdampak signifikan terhadap sisi bisnis dan kehidupan masyarakat.

Pengalaman menembus pasar Inggris tidaklah mudah, masuk tahun 2007 dan pada 2010 berhasil mendapatkan otorisasi pemasaran untuk Glucient SR. “Untuk masuk sangatlah berat, fasilitas kami harus mendapat sertifikasi BPOM-nya UK dan produknya harus mendapat otorisasi pemasaran,” kenang Presiden Direktur PT Ferron Par Pharmaceuticals, Krestijanto Pandji,

Inovasi lain yang telah dilakukan Ferron antara lain obat injeksi berbentuk liquid. Namun dikarenakan tidak stabil yang menyebabkan perubahan warna akibat kondisi udara, Ferron membuat produk injeksi lyophilized (beku kering) pada 2006, pertama di Indonesia. Berbentuk powder, ketika dituang air untuk injeksi akan berubah menjadi cairan. Teknologi ini baru bisa dilakukan oleh tiga perusahaan farmasi, salah satunya Ferron.

Fast Tab adalah inovasi Ferron berikutnya. Obat ini ditujukan untuk orang tua yang susah menelan. Obat ini akan meleleh secara perlahan jika ditaruh di bawah lidah karena pengaruh suhu badan kita. “Jadi ini dibuat dengan teknologi baru, yang sudah kami gunakan terutama untuk produk-produk anti mual dan telah dipasarkan di Indonesia. Kami sudah ekspor ke negara-negara ASEAN dan Eropa seperti ke Inggris dan Jerman,” ungkapnya.

Fasilitas untuk membuat produk inovasi Ferron tidak dapat lepas dari regulasi dan standar yang ada. Ferron mendapatkan sertifikasi dari GMP Certification dari BPOM RI sejak 2002 dan GMP Certification dari negara-negara lain seperti UK MHRA, Australia TGA, RP Jerman. Untuk ISO 9001-2000 SGS juga diraih Ferron. “Kami membuat pabrik dengan standar tinggi agar sesuai dengan pasar luar, bukan hanya pasar Indonesia. Ferron juga telah mendapat CPBBAOB BPOM RI (Cara Pembuatan Bahan Baku Aktif Obat yang Baik) untuk bahan baku Omeprazole,” jelasnya.

Setelah berhasil menembus pasar Inggris, bagi Krestijanto, tantangan berikutnya adalah konsistensi ketersediaan produk di pasar dan menjaga daya saingnya. Di Inggris, pengguna obat tersebut ada 4 juta orang dan produk Glucient SR Ferron masuk ke dalam National Health Care System UK atau seperti BPJS versi Inggris. “Obat ini merupakan produk farmasi pertama yang masuk dalam BPJS-Inggris yang kebanyakan didominasi perusahaan farmasi multinasional," jelasnya dengan nada bangga.

Industri farmasi yang sarat akan regulasi ini harus memenuhi standar CPOB (cara pembuatan obat berstandar) dengan menerapkan kualitas mutu yang dapat dipertanggungjawabkan. Tantangan inilah yang dihadapi pelaku industri farmasi agar terus mengacu pada standar kualitas Europian Good Manufacturing Practice.

Produk Ferron yang berhasil diekspor ke pasar Inggris adalah Metformin Sustain Release Glucient SR (Glucient SR). Obat ini diperuntukkan bagi  pengidap diabetes, dikembangkan ilmuwan Indonesia melalui proses yang sulit dan kompleks. Nilai lebih obat tersebut adalah dapat larut dalam tubuh secara perlahan dengan aturan konsumsi teratur (pagi-siang-malam), mengingat Glucient SR sangat krusial bagi tubuh.

Krestijanto berpendapat,  kebutuhan masyarakat akan obat ini sangat diperlukan. Oleh karena itu, Ferron menjadikan sebagai obat generik plus. “Secara ilmiah obat ini disebut obat tablet New Drug Delivery System (NDDS). Jadi obat ini hanya perlu diminum sekali dengan membuat proses hancurnya perlahan di lambung dan usus selama 24 jam. Obat dapat diserap di lambung dan usus, tergantung pada  Ph obat tersebut,” jelasnya.

Dengan desain khusus melalui matriksnya, obat ini tidak langsung hancur, bersifat sustain release agar hanya mengonsumsinya satu hari sekali. Mengikuti standar pasar Inggris, kemasan obat ini dilengkapi dengan huruf Braille agar penyandang tuna netra dapat mengetahui obat ini dengan jelas. “Glucient SR di Inggris menguasai pasar nomor dua, Tahun 2016, Glucient SR berhasil mencatatkan pangsa pasar 25-30%, di bawah penguasa pasar nomor satu, Merck, sebagai perusahaan farmasi terkuat untuk obat diabetes melitus,” ungkapnya.

Ferron dan Grup Dexa Medica secara luas adalah generic company yang memberikan diferensiasi pada produk yang dihasilkan. Ferron memproduksi obat-obat generik dengan memperbaiki kualitasnya. Posisinya sebagai  pemain baru di dunia farmasi,  memaksa Ferron harus bersaing ketat dengan berbagai  pabrikan global seperti Merck, dan Teva.

Reportase: Herning Banirestu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!