Kelas Mengemudi Profesional MPM untuk Tingkatkan Daya Saing SDM

Berdasarkan   data   Badan   Pusat   Statistik   pada   bulan   Agustus  2020,   jumlah pengangguran di Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 2,67 juta orang dan secara keseluruhan tercatat ada  9,77  juta  orang  Indonesia  yang  tercatat  sebagai  pengangguran. Hal  ini  terjadi  akibat  sulitnya  kondisi perekonomian Indonesia, bahkan global akibat pandemi Covid-19, di mana banyak perusahaan yang tidak bisa survive, sehingga  terpaksa melakukan  Pemutusan  Hubungan Kerja  (PHK) para  karyawannya  dan  sampai melakukan penutupan usaha akibat kerugian yang terus menerus.

Sebagian besar korban PHK ini pun akhirnya harus  melakukan  berbagai  cara  agar  tetap  mendapatkan  pemasukan  untuk  menghidupi  diri  sendiri  dan keluarganya  dengan melakukan  alih  profesi  seperti berjualan  secara  online atau menjadi pengemudi  non-profesional. Salah  satu  pilar Tanggung  Jawab  Sosial  Perusahaan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPM) adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan maupun ketrampilan masyarakat  sekitar,  sehingga  berbekal  keterampilan  yang  diperoleh  dapat meningkatkan  daya  saing  dan kesempatan  kerja  yang  lebih baik. Bahkan memulai  usaha  sendiri. 

Berbekal  pengalaman  dan  keahlian yang  dimiliki  oleh  perusahaan,  maka MPM  ingin  mengambil  bagian  untuk menjawab  isu  sosial  ini  dengan menggelar  program “Life Skill Training Center –Kelas Mengemudi Profesional” yang diadakan  dengan pemberian pelatihan dan pengembangan hard skill dan soft  skill bagi para pengemudi non-profesional agar mereka  memiliki  kemampuan  mengemudi  yang  baik,  patuh  terhadap  peraturan  lalu  lintas,  dan  beretika.

Program ini diselenggarakan selama 5 hari, tepatnya pada 22-26 Maret 2021 bertempat di Kawasan Sentul City, Bogor. Pelaksanaan training tersebut dengan  menerapkan  protokol  kesehatan  secara  ketat,  seperti  tes  Antigen  yang diberlakukan kepada seluruh peserta dan trainer sebelum kegiatan dimulai, dan tetap menggunakan masker serta menjaga jarak selama kegiatan berlangsung.

Adapun materi yang diajarkan dalam kelas pelatihan ini terbagi menjadi 2 fokus; pertama adalah ilmu soft skil pengemudi profesional yang meliputi mindset shifting, service excellence, customer service, etika pengemudi, teknik  mengemudi,  disiplin  lalu  lintas,  dan  keamanan  mengemudi.  Sedangkan  untuk  materi hard  skill,  para peserta diajak untuk mempelajari pengenalan kendaraan dan penguasaan kemudi, pola berkendara yang baik, serta materi defensive driving.

Peserta juga mendapatkan pengajaran mengenai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) yaitu misalnya bagaimana penanganan jika menemukan korban kecelakaan yang  patah  tulang  atau  korban  yang  tidak  sadarkan  diri,  termasuk  juga  pengetahuan  mengenai  teknik  dan proses CPR.

GM  Corporate  Communication  &  Sustainability  MPMX  Natalia  Lusnita menyampaikan, Life Skill Training Center atau  LSTC merupakan  salah  satu  program  CSR  andalan  MPM untuk meningkatkan  mutu  dan keterampilan SDM, khususnya yang bekerja di sektor non-profesional maupun mereka yang belum memiliki pekerjaan.

Sejak tahun 2015 hingga 2019, program LSTC berfokus pada pelatihan dan pembekalan SDM untuk menjadi tenaga mekanik professional, sehingga para peserta bisa bekerja di jaringan bengkel resmi atau bahkan memiliki  usaha  bengkel  sendiri.  Kali  ini, bersama  dengan  entitas  anak MPM,  yaitu  MPMRent yang  menyasar kelompok pengemudi  non-profesional yang komunitasnya semakin besar, yang  mungkin  selama  ini  belum pernah mendapatkan  pembekalan  teknik  dan  ilmu  berkendara  yang  aman. 

Dengan kegiatan ini, diharapkan  setelah  mengikuti pelatihan para peserta bisa memiliki dan mengaplikasikan skill untuk menjadi pengendara yang baik dan taat peraturan lalu lintas, sehingga bisa memberikan performa pelayanan yang baik bagi penumpangnya dan menjadi penunjang bagi mereka untuk mendapatkan penghasilan yang lebih layak.

Sebanyak 164 orang dari berbagai komunitas pengemudi non-profesional mendaftarkan diri untuk mengikuti program pelatihan ini. Namun, demi keamanan bersama dan mematuhi standar prokes Covid-19, hanya 20 orang  peserta terbaik yang  dipilih  melalui  proses  seleksi  ketat  berdasarkan  kriteria  persyaratan  dan interview.

Natalia menambahkan, peserta  pelatihan  ini berkesempatan langsung menjadi  calon  tenaga pengemudi di MPMRent. “20 orang peserta pelatihan ini telah dipilih sesuai prosedur screening awal yang biasa kami  lakukan  ketika ingin merekrut  calon  tenaga  pengemudi  profesional  untuk  MPMRent dan  materi  yang diajarkan  selama  pelatihan  ini  juga merupakan  sebagian  dari materi  pelatihan  yang  rutin  kami  berikan  bagi para  pengemudi,” jelasnya.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)