Keramik Eksterior Hardrock Sasar Segmen Pasar Premium

Jimin Suman, General Manager Marketing PT Satya Langgeng Sentosa (Roman Ceramics)

Ribuan model keramik telah diproduksi oleh Roman Ceramics. Meski begitu tak menghalangi produsen keramik lokal dengan kualitas premium itu untuk terus merilis produk baru sesuai perkembangan zaman. Di era modern ini, Roman memperkenalkan inovasi produk granit Hardrock sebagai solusi kebutuhan penutup permukaan (surface covering) area luar ruang.

“Granit Hardrock adalah terobosan teknologi materi penutup lantai luar ruang. Bisa digunakan untuk outdoor pelataran luas di sekeliling gedung, jalur pedestrian, area parkir, hardscape di antara landscaping penghiajuan. Dapat pula sebagai solusi cerdas penutup bidang-bidang vertikal sebagai bagian dari desain arsitektur urban landscape,” ujar Jimin Suman, General Manager Marketing PT Satya Langgeng Sentosa (Roman Ceramics) di area pameran Keramika 2019, Jakarta Convention Center (14/3/2019).

Dalam satu tahun ke depan, Roman belum menargetkan penjualan Hardrock secara kuantitatif. Tujuan utamanya adalah sosialisasi produk ke kalangan arsitek, developer, pemilik gedung, toko bangunan dan pihak-pihak terkait. “Harga produk Hardrock sekitar Rp250 ribu per meter persegi. Target penjualan khusus belum ada,” dia menegaskan.

Tiap tahun, Roman selalu merilis minimal 12 produk baru atau satu bulan satu produk anyar. Umur masing-masing produk itu bervariasi life time-nya. Ada yang bertahan hingga 20 tahun diproduksi terus lantaran disukai oleh masyarakat dan penjualannya ciamik dengan model yang evergreen. Sebaliknya, ada pula model produk yang hanya berumur satu tahun. “Kami evaluasi tiap setahun sekali. Meski produk baru, jika satu tahun tidak bagus penjualannya dan kurang diminati konsumen, ya kami akan stop produksinya,” jelas Jimin.

Bagi Jimin, keramik merupakan elemen rumah yang penting. Jika pada umumnya keramik mudah pecah, kini ada Hardrock yang diklaim sekeras batu. Hardrock, produk dari Keramik Roman ini dibuat dari campuran material yang berasal dari alam. Ketebalannya 20 mm dengan berat 600 kg. “Pilih keramik lantai, ingat anggaran dan sesuaikan warna. Produk Hardrock lebih keras daripada beton, sehingga lebih awet, tidak mudah menyerap kotoran, dan mudah dibersihkan,” ujar Jimin mengklaim.

Warnanya keramik Hardrock, diakui Jimin tidak mudah berubah karena pengaruh cuaca (paparan sinar matahari) dan mampu bertahan sepanjang masa. Hardrock memiliki ukuran 30x30 cm dan 60x60 cm. Ukuran tersebut memudahkan pengaturan aliran air hujan dan memungkinkan dipola atau ditata sesuai kebutuhan desain arsitektur urban kontemporer.

Sebagai subtitusi batu, Jimin mengatakan Hardrock cocok digunakan untuk area eksterior atau outdoor. Misalnya, jalur pedestrian, area parkir, perkerasan jalan, pelataran gedung, jalur pejalan kaki di taman, maupun mini garden.

Keunggulan Hardrock adalah tidak licin jika sedang hujan. "Keramik ini anti licin. Permukaan keramiknya mirip seperti batu, tidak rata," kata Jimin.

Hardrock ditujukan untuk segmen menengah ke atas. Alasannya, konsumen menengah ke atas memerlukan keramik yang sangat kuat dengan desain yang indah. Saat ini, Hardrock dirilis untuk eksterior atau outdoor. Ke depan,k Roman juga akan memproduksi Hardrock untuk area indoor. "Untuk keperluan indoor, kami akan bikin lebih halus. Namun untuk outdoor, (model yang sekarang), sudah cocok banget," ujar Jimin mengklaim.

Hardrock ditujukan bagi segmen menengah atas. Roman mengincar segemn perusahaan, building owner, maupun hunian pribadi. "Kami yakin pasarnya ada. Area outdoor itu harus finish. Pembangunan gedung juga harus diselesaikan jalur pedestriannya untuk lalu lalang. Kami harapkan Hardrock bisa menjadi pilihan baru bagi arsitek profesional," ucap dia.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)