Ketix Targetkan 1 Juta Penulis Baru

(ki-ka) Tendi Murti, Dewa Eka Prayoga, dan King Bagus (Founder dan Co-founder Ketix)

Berangkat dari keprihatinan akan minimnya ketertarikan generasi muda terhadap dunia literasi dan sulitnya penulis menerbitkan tulisan, Tendi Murti, pendiri Komunitas Menulis Online, mendiPikan sebuah platformyang mempermudah penulis untuk menerbitkan buku dalam bentuk e-book bernama Ketix. Aplikasi yang diluncurkan pada Mei 2019 ini adalah jembatan antara penulis dan pembaca sehingga terjadi ekosistem literasi.

"Ketix berusaha menyediakan platform yang memotivasi para penulis agar produktif. Kami juga akan membantu penulis untuk menerbitkan buku mereka dalam bentuk e-book. Nantinya sistem pembagian royalti yaitu 80% untuk penulis dan 20% untuk Ketix," jelas Tendi Murti, Founder dan Co-ounder Ketix

Sejauh ini, telah ada 2.400 buku yang terbit di aplikasi Ketix dari sekitar 1.200 penulis. Hingga Juli 2019, setelah 2 bulan aplikasi ini dirilis, Ketix sudah diunduh sebanyak 5 ribu kali dengan pembaca aktif sekitar 3.500 pengguna. Ketix menargetkan akan mengorbitkan 1 juta penulis di tahun 2021 dengan jumlah pembaca minimal dua kali lipatnya.

Demi merambah pasar pembaca yang lebih luas, Ketix juga bekerja sama dengan penerbit Elexmedia dan rencananya akan bermitra dengan pemerintah untuk turut mengisi koleksi buku di perpustakaan digital milik pemerintah.

Fitur-fitur yang ada dalam Ketix di antaranya yaitu TixRoom, ruang diskusi antara pembaca dan penulis, TixSeries yaitu film pendek yang diproduksi dari hasil kurasi buku-buku terbaik di Ketix, dan kelas online dari penulis-penulis terkenal yang bergabung di aplikasi tersebut.

Tidak hanya itu, penulis pun diberi umpan balik berupa badge levelling user reputations, sebuah tingkatan rewards berdasarkan jumlah pengikut dan popularitas cerita. Makin tinggi tingkatan badge, makin banyak keuntungan yang diperoleh. Contohnya mendapat koin yang bisa ditukar dengan royalti berupa nilai rupiah.

Terdapat syarat-syarat khusus agar dapat diterbikan dalam bentuk e-book, di antaranya buku harus sudah selesai dan menyesuaikan disclaimer yang berlaku di Ketix. Selanjutnya, buku akan disunting oleh tim untuk kemudian diterbitkan secara luas. Hingga saat ini, tim penyunting masih berasal dari Komunitas Menulis Online. Tapi nantinya, Tendi dkk akan merekrut lebih banyak penyunting yang kredibel agar buku-buku yang diterbitkan Ketix memiliki kualitas yang bisa bersaing di pasaran.

Dengan tujuan meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus memudahkan penulis dalam menggaet pembaca mereka, Ketix mengemas aplikasinya dalam bentuk platform Edutainmerce (education, entertainment, dan e-Commerce).

Ke depan, Ketix akan mengembangkan pemasarannya dengan campaign, digital marketing, dan menggandeng influencer. Memulai perjalanan promosinya, Ketix akan menyelenggarakan KetixDay di Mega Kuningan pada Agustus mendatang.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)