Kiat Perusahaan Menjadi Pilihan Talent di Era Milenial

Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia begitu melimpah, namun talent dengan kualitas terbaik tak sebanding jumlahnya. Kondisi ini yang menjadikan sebuah perusahaan berlomba-lomba untuk mendapatkan talent terbaik dengan cara berusaha untuk memberikan nilai lebih. Dan iming-iming value added inilah yang akan membuat talent terbaik ingin bergabung.

Talent saat ini dipenuhi oleh generasi baru yang memiliki pergeseran pola pikir dalam memandang sebuah pekerjaan. Menurut pengamat SDM sekaligus Ketua Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia (PMSM) Indonesia, Pambudi Sunarsihanto, generasi sekarang tidak berpikir mengenai uang saja. Mereka mencari yang lebih cool untuk bisa dibanggakan. “Saat ini talent generasi muda lebih suka flexibility dan freedom dalam bekerja,” ungkapnya.

Perusahaan kini dituntut untuk secara perlahan mau tak mau mengakomodir kebutuhan generasi milenial. Secara fisik dan psikologi diwujudkan pada sebuah kantor dimana mereka akan bekerja. Menurut Pambudi, fisik artinya desain kantor dan psikologis itu seperti suasana kerja dengan teman sekantor. “Mereka juga melihat perjalanan karier teman sekantornya, apakah mudah atau sulit perihal pergerakan kariernya. Mereka pasti akan berpikir dua kali jika peluang karier di perusahaan tersebut sulit berkembang,” ujarnya.

Tantangan bagi generasi muda begitu penting. Ini yang terkadang membuat mereka bosan dan memutuskan untuk pindah dalam jangka waktu yang pendek. Generasi zaman sekaramg ingin belajar sesuatu yang baru secara cepat dan dinamis. Selain itu peran peningkatan infrasturuktur terkait teknologi juga dibutuhkan. Baginya, investasi ini dilakukan dengan catatan harus efisien dan tahu arah bisnisnya akan dibawa kemana. Peningkatan bukan hanya jumlahnya, tetapi efesiensinya.

Branding guna menjadikan perusahaan sebagai Employee of Choice (EOC) dapat dilakukan secara internal dan eksternal dengan konsistensi di antara keduanya. Perusahaan untuk dapat dipilih oleh talent terbaik juga harus memiliki kualitas yang bagus di sisi internalnya. Dengan cara ini word of mouth marketing akan berjalan ideal dan sampai ke target yang ditujunya. “Lima faktor perusahaan jika ingin menjad EOC adalah V.O.I.C.E. Vision perusahaan, Opportunity karir, Insentive yang didapatkan, Community, dan Entrepreneur dalam hal bekal yang diberikan pada talent-nya,” jelas Pambudi.

 

Reportase: Sri Niken Handayani

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!