Koku Tergiur Pasar Fintech Indonesia

ilustrasi fintech. /2017/01/04

Perusahaan fintech asal Singapura, Koku, mengumumkan rencana ekspansinya ke Indonesia. Ekspansi ke kawasan ini merupakan langkah lanjutan dari pendanaan pra-Seri A sebesar US$2 juta di awal tahun ini yang dipimpin oleh Decent Capital. Koku bekerja sama dengan LKBB (Lembaga Keuangan Bukan Bank) akan mengembangkan solusi teknologi valuta asing atau valas.

Calvin Goh, Pendiri dan CEO Koku, mengatakan, Indonesia terfragmentasi secara unik. Sehingga menghasilkan peluang pertumbuhan keuangan negara dan kawasan. “Kami menawarkan teknologi yang tidak membuat silo pada pertumbuhan. Namun, membantu perusahaan mengembangkan kekuatan mereka dan memberikan ruang untuk berkolaborasi dengan pelaku industri lainnya,” ujarnya.

Lebih jauh dia menjelaskan perusahaanya melihat adanya peluang yang besar bagi pertumbuhan industri dengan memanfaatkan teknologi. Indonesia dinilai sebagai pasar yang menjanjikan dengan populasi migran yang tinggi serta transaksi setoran dan penarikan remitansi yang meningkat.

“Melalui teknologi, terdapat potensi yang sangat besar bagi Indonesia untuk mengembangkan industri remitansi sekaligus berkontribusi meningkatkan kemampuan pembayaran online (e-payment)dan transaksi pengiriman uang di kawasan,” kata dia menambahkan.

World Bank merilis perekonomian Indonesia telah mengalami kemajuan dan pertumbuhan signifikan, yang sebagian berasal dari kontribusi industri remitansi. Contoh dari pertumbuhan ini adalah pertumbuhan dua-digit sebesar 24,7% di tahun 2018 dan transaksi yang tercatat bernilai US$8,9 milyar dalam bentuk devisa yang dibawa oleh para pekerja migran di tahun 2017. Indonesia juga dianggap sebagai salah satu dari sepuluh penerima remitansi terbesar di Asia pada tahun 2018, berdasarkan perhitungan dari Asian Development Bank.

Sebagai bagian dari rencana strategis untuk melakukan ekspansi ke Indonesia, Koku akan berkolaborasi dengan mitra-mitra ahli di pasar lokal. Para mitra ini termasuk adalah para pemain industri layanan e-wallet, pinjaman mikro dan perusahaan pembayaran, serta bisnis remitansi dan penukaran uang. Sementara itu, Kemitraan dengan para LKBB ini akan terpusat sekitar integrasi teknologi Koku kepada operasional yang sudah ada dengan memastikan para mitra memiliki kemampuan untuk masuk ke pasar dengan cepat dan tanpa gangguan. Selain itu, platform berpotensi untuk bermitra dengan supermarket dan minimarket lokal, yang akan berperan sebagai titik akses kepada layanan keuangan.

“Ekspansi ke Indonesia akan sangat bergantung pada melibatkan mitra yang tepat. Kami ingin memastikan bahwa teknologi kami disesuaikan dengan kebutuhan lokal untuk mendukung kebutuhan budaya dan kebutuhan bisnis,” ujar Calvin.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)