Lingkungan Jadi Isu Penting Bagi Nasabah DBS Treasure Private Client

Melfrida Gultomm, Executive Director of Sales & Distribution, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia (DBS) dan Festia Pisa Valensia, Senior Vice President, Head of Segmentation & Liabilities, Consumer Banking Group

Dalam waktu satu tahun setelah program DBS Treasure Private Client diluncurkan, nasabah program tersebut meningkat sebesar 36 persen. Angka ini diikuti dengan peningkatan total Asset Under Management (AUM) sebesar 22 persen. Menurut Melfrida Gultomm, Executive Director of Sales & Distribution, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, salah satu faktor peningkatan itu adalah kesamaan visi DBS dengan tren perilaku nasabah High Net Worth Individual (HNWI) yang merupakan nasabah program tersebut.

Pasalnya, segmen nasabah dengan kekayaan Rp 10 miliar ini cenderung tidak hanya mementingkan aspek finansial, tetapi juga memerhatikan isu sosial dan lingkungan. "DBS banyak mendorong perkembangan para socio-entreprise, misalnya Duanyam," tambah Melfrida.

Selain itu, perusahaan meng-capture nasabah lewat daya tarik program. "Kami punya 4 pilar untuk serving high network, pertama curated wealth management program. Kami juga berikan uang perlindungan nasabah yang jauh di atas yang lain. Kemudian ada Pengelolaan Dana Nasabah Individual (PDNI). Jadi produk ini memang sudah dikurasi khusus, yang tidak kami luncurkan ke nasabah selain HNWI," ujar Festia Pisa Valensia, Senior Vice President, Head of Segmentation & Liabilities, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia.

Kedua, DBS juga punya wealth advisory; dilengkapi Relationship Manager dan Investment Counselor. Ketiga, bank memiliki program wawasan pasar dari analis dan ahli ekonom. Keempat, DBS juga menawarkan undangan ke acara eksklusif sesuai tren.

Dana simpanan nasabah HMWI jumlahnya cukup besar di Indonesia, yaitu bernilai US$ 184 miliar pada 2018 dan diproyeksikan menjadi US$ 400 miliar tahun 2025. "Kami membentuk segmen ini karena memang ada di Indonesia, dan untuk melengkapi preposition kami untuk aset managemen. Kami harus punya semua segmen," kata Festia.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)