BI: 2016, Ekonomi Tumbuh 5,6%

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo mengatakan kondisi perekonomian Indonesia akan membaik di tahun depan. "Kami meyakini pertumbuhan ekonomi antara 5,2 sampai 5,6 persen di tahun 2016. Bahkan di tahun 2017 hingga 2019 di kisaran 6 sampai 6,5 persen," kata Agus di kantornya pada Kamis, 3 Desember 2015.

Agus mengklaim bersama Otoritas Jasa Keuangan, mampu menjaga stabilitas keuangan. Inflasi pun dari dua tahun terakhir yaitu 8,3 persen, di tahun 2015 di bawah 3 persen.

Gedung Bank Indonesia Gedung Bank Indonesia

Kondisi defisit dari tahun sebelumnya sebesar 4,4 persen dari PDB, maka di tahun 2015 turun menjadi 2 persen dariPDB "Hampir dua tahun defisit, sepanjang tahun ini akan surplus. Kami lihat optimisme ke depan akan lebih baik," kata Agus.

Tidak hanya itu saja, Agus berujar pertumbuhan ekonomi ke depan akan meningkat karena ada kekuatan demografi. "Lima belas tahun ke Indonesia memiliki generasi produktif."

Selain itu, komitmen pemerintah mereformasi strukural, pengelolaan subsidi bahan bakar minyak, akan semakin menguatkan perekonomian nasional. Kekuatan lain menurut Agus adalah semakin dewasanya penduduk dalam berdemokrasi. "Demokrasi yang berlangsung kadang terlalu aktif, tapi dapat dipisahkan dengan stabilitas keuangan."

Agus bercerita tahun 1965 Indonesia memiliki tantangan ekonomi yang besar. Perbaikan sektor keuangan gencar dilakukan.

Menurut Agus, Bank Sentral sudah berperan penting dalam menyediakan sistem informasi yang akurat dan dapat dipercaya bagi pengambilan kebijakan ekonomi. "Kami teruskan komitmen lebih baik lagi ke depan. Kami punya sistem informasi yang baik, lalu ambil kebijakan yang baik untuk dukung pertumbuhan ekonomi yang stabil," kata Agus.

Tempo

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)