Dian Cipta Perkasa Gandeng Perusahaan China untuk Pasokan Bahan Baku

PT Dian Cipta Perkasa (DCP) melakukan penandatanganan kontrak kerja sama senilai USD 25 juta dengan perusahaan farmasi asal China, CSPC Holdings Company Limited (CSPC) terkait penyediaan bahan baku vitamin dan antibiotik untuk kebutuhan pasar Indonesia.

DongChen Cai, CEO dari CSPC Holdings Company Limited (kiri) bersama dengan Rudy Ismanto, CEO PT Dian Cipta Perkasa melakukan penandatanganan kerja sama di Jakarta, (4/7).

DCP sebagai perusahaan kimia di Indonesia yang fokus pada penjualan dan distribusi bahan baku makanan, dan bahan baku kimia untuk industri manufaktur sejak tahun 1991 menjaga kestabilan penyediaan dan persediaan bahan baku vitamin dan antibiotik bagi masyarakat Indonesia dengan melakukan kerja sama bersama CSPC. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Rudy Ismanto, CEO PT Dian Cipta Perkasa, dan dari pihak CSPC diwakili oleh DongChen Cai, CEO dari CSPC Holdings Company Limited.

Penandatanganan kontrak kerja sama ini merupakan rangkaian proses panjang hubungan DCP dengan CSPC yang telah dibangun lebih dari 10 tahun lamanya, dan bagi kedua perusahaan dalam melangkah bersama dan mengemban kepercayaan yang lebih besar di sektor industri bahan baku di Indonesia,” jelas Rudy Ismanto, CEO PT Dian Cipta Perkasa.

Salah satu inovasi yang dilakukan DCP adalah bekerja sama dengan CSPC yang merupakan grup perusahaan farmasi terkemuka berlokasi di kota Shijiazhuang, Provinsi Hebei, China. CSPC adalah produsen bahan baku yang menguasai pasar antibiotik, vitamin C, vitamin B12, dan kafein di China dan telah melakukan ekspansi bisnis ke Eropa dan Amerika, bahkan menjadi salah satu dari total lima produsen terbesar bahan baku dunia.

Kerja sama antara DCP dan CSPC akan memiliki arti strategis bagi industri bahan baku dan dunia kesehatan di Indonesia, tidak hanya terbatas pada penyediaan antibiotik, vitamin C, vitamin B12, dan kafein saja. Dan, kerja sama ini menjadi gagasan dari langkah awal percepatan kemandirian industri bahan baku di Indonesia, berdasarkan Instruksi Presiden nomor 6 tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. Inpres ini memberikan kesempatan kepada pengusaha-pengusaha untuk menjadi faktor pendorong dalam memproduksi obat-obatan, vaksin, dan alat kesehatan dengan mengutamakan bahan baku dari dalam negeri.

Kerja sama ini diharapkan akan berkembang lebih intensif dan menjadi inisiatif penyertaan modal dan investasi di Indonesia, terutama di industri bahan baku yang sangat dibutuhkan oleh Indonesia.

Menurut Azhar Lubis, Wakil Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) saat ini jumlah investasi China di Indonesia sudah sangat tinggi. “Pada tahun 2016 komitmen investasi China sebesar USD 21,5 miliar. Itu merupakan kedua terbesar setelah Singapura. Triwulan I-2017 minat investasi China mencapai sekitar USD 5 miliar. Ini menunjukan bahwa investasi China dari tahun ke tahun meningkat. Kami harapkan dengan rencana investasi pabrik raw material CSPC di Indonesia akan meningkatkan angka invesatasi China di Indonesia,” ungkap Azhar.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)