Dua Target Tiket.com Tahun Ini

Work Hard, Play Hard. Inilah prinsip yang dianut sebagian besar masyarakat di kelas menengah. Tak heran, liburan minimal dua kali dalam setahun (hasil riset Inventure) sudah menjadi agenda wajib orang-orang di segmen tersebut. Liburan bareng anggota keluarga memerlukan perencaan yang matang dari segi biaya maupun tiket dan akomodasinya. Tuntutan kemudahan dalam mencari tiket serta akomodasi itulah yang mendorong tumbuh kembang pasar pembelian tiket secara online.

Co-Founder & Managing Director PT Global Tiket Network, Gaery Undarsa mengatakan, Tiket.com menyediakan multiple product karena pelanggan memiliki tingkat ekonomi dan kepercayaan yang berbeda-beda. Perusahaan yang berawal dari startup ini fokus pada industri travel dengan beragam pilihan, seperti pesawat, kereta api, hotel, mobil, dan tiket atraksi atau pertunjukkan. Harapannya, pelanggan mendapat pilihan liburan yang sesuai harapan.

“Kami fokus pada domestic market dan memberi cara pembayaran yang mudah. Umumnya tiket online membayar melalui kredit card. Tetapi, kami menyediakan cara pembayaran beragam tapi juga efektif seperti atm, online debit. Kartu kredit tetap dipakai juga mobile payment. Tanpa menghilangkan customer service 24 jam,” katanya.

Co-Founder & Managing Director PT Global Tiket Network (Tiket.com) Co-Founder & Managing Director PT Global Tiket Network (Tiket.com)

Pada tahun ini, lanjut dia, Tiket.com menargetkan pendapatan naik tiga kali lipat dari tahun 2014. Target lainnya adalah menempati posisi kedua di penjualan tiket kereta api. Perseroan menempat posisi ketiga di tiket keretap api setelah Indomaret dan Alfamart pada tahun lalu. Sementara, di penjualan tiket pesawat, Tiket.com berada di posisi kedua terbesar. Untuk mencapai target tersebut skill karyawan dalam memberikan pelayanan dan meningkatkan jumlah customer service.

“Kami memiliki manajemen yang punya internal audit dan internal kontrol serta membangun relasi dengan media. Kami sedang memproses survey kepada customer untuk menilai kinerja perusahaan yang dimulai sejak tahun 2014. Awal tahun ini, ekonomi melambat, tapi pemesanan travel justru naik,” ujarnya.

Gaery menjelaskan persaingan akan selalu ada di pasar online travel. Meski begitu, potensi pasar dan peluangnya masih sangat besar. Kehadiran pesaing justru berdampak bagus untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang online travel. Perubahan pola dari pembelian tiket secara langsung menjadi online membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Aktivitas promosi juga akan lebih selektif dan diikuti dengan proses evaluasi untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesuksesannya.

“Karena online, Tiket.com menggarap pasar kelas menengah sekitar 80 persen. Jumlah kelas menengah di Tanah Air terus bertambah. Kami memberi pilihan produk sesuai kebutuhan mereka. Karakteristik kelas menengah itu unik. Ada yang memilih menginap di hotel bintang 2 tapi ada juga yang berani mengambil pilihan hotel bintang 4,” katanya.

Dia menambahkan, pilihan moda transportasi dan akomodasi itu juga terkait dengan gaya hidup dan kebutuhan masyarakat di kelas menengah terhadap liburan. Uniknya, saat ini kalangan menengah tidak lagi sensitif soal harga untuk pilihan moda transportasi. Mereka tidak mempermasalahkan harga asalkan mampu memberikan kenyamanan selama dalam perjalanan. “Semua itu kami lakukan lewat medium yang tepat, yaitu mobile. Saat ini, mayoritas kelas menengah memakai smartphone, sehingga dengan mudah mengakses apapun. Ke depan, kami akan memikirkan untuk mulai transaksi melalui aplikasi yang ada di smartphone,” katanya. (Reportase: Tiffany Diahnisa)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)