Ekonomi RI Memble, Perbaiki Dulu Kualitas Manusianya

Rakyat Indonesia baru saja merayakan kemerdekaan yang ke-70. Namun, tidak banyak yang bisa dibanggakan selama 7 dekade ini. Termasuk kualitas manusia Indonesia.

“Ini karena tidak adanya keterkaitan antara berbagai disiplin ilmu dalam pembangunan sumber daya manusia,” kata pendiri Yayasan Nabil (Nation Building), Eddie Lembong saat membuka seminar bertajuk “Penguatan Ekonomi Nasional Melalui Peningkatan Kualitas Manusia”.

Kondisi perekonomian RI yang tengah terpuruk saat ini, lanjut dia, salah satunya disebabkan buruknya kualitas manusianya. Pembangunan manusia berkualitas masih menjadi hal yang harus diprioritaskan di masa yang akan datang.

“Yayasan Nabil bangga bisa menggelar seminar pertama tentang keterkaitan kondisi ekonomi dengan kualitas manusia,” kata dia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anis Baswedan mengatakan pemerintah dan stakeholder terkait dininabobokan dengan kekayaan alam RI yang melimpah sehingga melupakan pembangunan manusia yang berkualitas.

“Banyak ekonom dan masyarakat yang begitu perhatian dengan kekayaan alam kita. Ekspor-impor, pertumbuhan ekonomi, neraca perdagangan. Kalau ada masalah di sana, semua protes. Tapi, tak ada yang peduli dengan misalnya, kebutuhan sekolah yang kurang, jumlah guru yang minim, hingga tingkat kelulusan yang rendah,” kata dia.

Pendiri Yayasan Nabil, Eddie Lembong menyerahkan buku kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan Pendiri Yayasan Nabil, Eddie Lembong menyerahkan buku kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan

Padahal, pembangunan manusia yang berkualitas adalah syarat mutlak majunya suatu negara. Ia kemudian merujuk pada sukses Korea Selatan, Singapura, Taiwan, Jepang, dan China menjadi kekuatan ekonomi dunia.

“Ibu-ibu di Korea Selatan sangat keras untuk mendorong anak-anaknya agar jangan sampai putus sekolah. Penyebab putus sekolah bisa jadi bukan hanya karena faktor ekonomi, tetapi kesadaran untuk menempuh pendidikan. Ini tanggung jawab kita bersama,” kata dia.

Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Ekonomi dan Keuangan, Wijayanto Samirin menambahkan, pembangunan manusia yang berkualitas terbukti mampu tidak hanya mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Tetapi juga menghasilkan perusahaan lokal yang kompetitif di pasar dunia.

“Apple sangat memperhitungkan Samsung. Penjualan Samsung pada 2013 mencapai Rp 2.000 triliun, sama dengan APBN Indonesia. Di sinilah pentingnya pembangunan manusia yang berkualitas,” kata dia.

Saat ini, lanjut dia, negara-negara yang hanya mengandalkan komoditas mineral dan migas sulit tumbuh menjadi negara maju jika tidak mengadopsi teknologi terkini dan terus berinovasi. Inovasi penting karena tidak ada negara manapun yang mau berbagi teknologi terbaru dengan cuma-cuma.

“Komponen produksi ada human capital dan physical capital. Human capital ini yang paling penting. Dari 5 perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar di Amerika Serikat, tiga diantaranya punya human capital bagus, yakni Apple, Google, dan Facebook,” kata dia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)