Ernst & Young EOY 2013 Fokus pada Inovasi

Program penghargaan Ernst&Young Entrepreneur of The Year 2013 telah mulai melakukan pencarian pengusaha-pengusaha di Tanah Air. Kali ini penghargaan mengambil fokus, yaitu inovasi pada pertumbuhan.

Inovasi menjadi hal yang penting dalam kelangsungan sebuah bisnis. Bukan hanya perusahaan yang berada di tingkat persaingan yang ketat saja perlu berinovasi, perusahaan yang berada dalam zona nyaman juga perlu melakukan itu demi, misalnya, menghasilkan keuntungan yang maksimal.

Budiarto Halim, Direktur Utama PT Erajaya Swasembada Tbk, yang merupakan pemenang Ernst&Young Entrepreneur of The Year 2012, mengatakan bahwa Erajaya memilih untuk berinovasi di tengah terjadinya perubahan tren di dunia telekomunikasi. Salah satu inovasi yang dilakukan perusahaan ini adalah mendirikan outlet spesial untuk produk-produk Android, yakni AndroidNation. “Toko (gadget) biasanya berdasarkan brand. Kenapa kita nggak membuat something based on platform," kata Budiarto, di Jakarta, Senin (29/4/2013).

Konferensi pers terkait program penghargaan Ernst&Young Entrepreneur of The Year 2013

Sekitar empat tahun lalu, ponsel dengan merek Nokia masih berjaya. Namun, kehadiran ponsel pintar BlackBerry membuat masyarakat pun semakin keranjingan dengan layanan komunikasinya, yaitu BBM. Apalagi, kata dia, pulsa yang digunakan bersifat tetap, misalnya per bulan. Akan tetapi, Budiarto percaya bahwa tren pembelian ponsel ataupun perangkat lainnya bisa berubah suatu waktu.

Dari situ, Erajaya pun memikirkan untuk menciptakan outlet berbasis platform. Android pun dipilih karena platform ini dinilai punya banyak fitur dan selalu update. “Kami juga inovasi dalam sales. Kenapa kami bisa menguasai pasar? Itu karena salesman kami diterima para dealer dan market," imbuh Budiarto. Dia menegaskan bahwa hubungan bisnis antara Erajaya dengan para mitranya berlangsung secara kekeluargaan. "Ketika (bisnis) mereka turun bukan berati kita tinggalkan dan mencari partner lain," lanjutnya.

Sugianto Tandio, Presiden Direktur PT Tirta Marta, pun berpendapat bahwa perusahaan tidak boleh lelah untuk berinovasi. Ketika kegagalan ditemui, perusahaan tidak boleh berputus asa. Hal ini tidak sembarang dilontarkan Sugianto, karena perusahaan ini telah melakukan ratusan percobaan demi menghasilkan produk plastik ecoplas, yang berbahan baku singkong. Ratusan percobaan itu dilakukannya selama 10 tahun. “Kita ratusan kali coba, untuk bagaimana mengolah singkong supaya bisa menghasilkan plastik yang stabil dengan harga terjangkau," kata dia.

Kedua pengusaha di atas diundang oleh pihak Ernst&Young untuk menceritakan bagaimana usahanya melakukan inovasi, sebagaimana fokus yang diangkat untuk ajang kali ini. Hari Purwantono, Country Managing Partner Ernst&Young Indonesia, mengatakan, “Ernst&Young sungguh bersemangat mendukung para wirausahawan di Indonesia untuk menjadi pelopor dalam mengembangkan ekonomi dalam negeri dan juga menjadi pemimpin masa depan. Kami dengan bangga mengumumkan penghargaan Ernst&Young Entrepreneur of The Year 2013 Indonesia yang bergengsi sekarang terbuka untuk nominasi.” (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)