Google Indonesia Jaring Komunitas Petani Organik

Tantyo Bangun, CEO Kecipir.com (foto: Syukron Ali/SWA) Tantyo Bangun, CEO Kecipir.com (foto: Syukron Ali/SWA)

Google Indonesia terus memperluas pasarnya. Kali ini dengan menjaring komunitas petani organik di Indonesia lewat platform Kecipir.com. Dalam sambutannya, Jason Tedjasukmana, Head of Corporate Communications Google Indonesia, menjelaskan, dengan hadirnya Kecipir.com, Google Indonesia turut serta membantu petani organik dalam memperluas jangkauannya lewat ranah digital.

"Lewat berbagai fitur Google, kami ingin memberikan kemudahan-kemudahan bagi pelaku UKM, khususnya petani organik untuk memperluas pasarnya secara gratis," jelas Jason di depan awak media saat kunjungan ke komunitas petani organik di daerah Loji, Bogor.

Kecipir.com adalah sebuah platform daring yang mempertemukan produsen organik dengan konsumen secara langsung tanpa melewati banyak proses distribusi, sehingga harga sayuran dan produk organik lainnya lebih murah dan kualitas produknya diklaim tetap segar dan sehat. Kecipir.com dibesut oleh Tantyo Bangun pada 2015 dan telah bekerja sama dengan banyak petani organik. Salah satunya dengan BSP Farm.

Diakui Tantyo, founder dan CEO Kecipir.com, lewat berbagai layanan fitur Google, ia sangat merasakan manfaatnya dalam memperluas pasar. Salah satu fitur yang digunakan adalah Adwords dengan modal Rp 500 ribu. Sejak dicoba pada awal Maret 2016, Kecipir.com sudah mendapatkan 50 pengunduh aplikasi kecipir di Android.

Pertumbuhannya pun sangat menjanjikan, sejak dimulai platform Android pada bulan Desember 2015, jumlah pengakses Kecipir.com sudah sama besar mencapai 50% dengan pengakses di platform web.

"Namun, karena mayoritas pelanggan kami adalah ibu-ibu, jadi terkadang masih terkendala dalam proses akses platfom di Android. Sejauh ini, lokasi terbanyak pemesanan berasal dari perkantoran dan apartemen," lanjut Tantyo.

Dengan banyak kemudahan berbagai fitur dari Google, Tantyo berharap jumlah petani organik di Indonesia akan terus meningkat. Saat ini, jumlahnya masih sangat kecil hanya 0,1% dari jumlah petani secara keseluruhan. Jika terus bertambah petani organik di Indonesia, tidak hanya kualitas makanan yang sehat tetapi juga turut serta membantu perekonomian Indonesia.

"Jika bisa meningkat satu persen saja, petani organik bisa menyumbang Product Domestic Brutto Indonesia sebesar Rp 50 triliun setahun," harap Tantyo. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)