Jurus Transformasi Trans Corp

Sejak 2005 Trans Corp., yang antara lain menaungi Tran TV dan Trans 7 mengayunkan langkah transformasi. Bidang yang ditransformasi mencakup Work approach and process, work infrastructure, corporate culture, reward system, dan people: recruitmen development. Kini, televisi di bawah Trans Corp menjelma sebagai trend setter pertelevisian nasional. Bagaimana langkah transformasi yang dilakukan Trans Corp? Latif Harnoko (Sr. Vice President Trans TV) memaparkannya kepada Ario Fajar dari SWA Online berikut ini:

Latief Harnoko (tengah) Latief Harnoko (tengah)

Bisa diceritakan latarbelakang kenapa perusahaan Anda melakukan tranformasi?

Tranformasi dilatarbelakangi karena sejarah panjang industri televisi di Indonesia. Kita semua tahu, pada tahun 1962 hingga 1988 hanya ada satu stasiun tv yakni TVRI. Lalu pada tahun 1988 lahirlah tv swasta, RCTI, dan dikuti tv lainnya. Saat itu, sebelum tahun 1988, industri ini dimonopoli oleh satu tv saja, yakni tv pemerintah, TVRI.

Pada tahun 2001 Trans TV hadir meramaikan industri tv di Tanah Air. Pada tahun 2005 terjadi fenomena di mana semua tv bergabung menjadi kelompok usaha, seperti MNC, Viva, Emtek, dll. Ini membuktikan ke depannya akan terjadi pengelompokkan di industri tv.

Apa faktor pendorong terjadinya tranformasi? Apakah terjadi penurunan revenue?

Tidak, tranformasi kami didasarkan pada bagaimana kami ingin melihat dan menangkap peluang di industri ini ke depannya. Bagaimana kami mengelola SDM, program, proses kerja dll sehingga kami lebih kompetitif dibandingkan tv lainnya. Hal pemicunya adalah kelahiran Gen Y yang kini jumlahnya cukup banyak. Mereka berkembang bersama teknologi sehingga melahirkan digital konvergensi.

Lalu apa yang dilakukan jika melihat fenomena itu?

Alhamdulillah kami sudah siap untuk itu. People sudah ada dipasar dan kamilah yang pertama mencetak orang-orang itu agar siap menjadi pekerja tv yang andal.

Sejak kapan transformasi dilakukan?

Transformasi dilakukan sejak 2005 dan prosesnya masih akan terus berlangsung sampai kapan pun.

Latif2

Apa saja yang dilakukan perusahaan untuk bertranformasi?

Work approach and process, work infrastructure, corporate culture, reward system, dan people: recruitmen development.

Bisa dijelaskan?

Untuk work approach misalnya, kami adalah satu-satunya tv di Indonesia bahkan di dunia yang semua unit kerjanya tersertifikas ISO 9001:2008 dan juga kami mendapatkan ISAS (International Standardization and Accreditation Services) BC 9001;2003 di mana kami menjadi tv pertama mendapat sertifikat internasional standar untuk broadcast di Asia Tenggara. Kenapa kami melakukan hal itu? Karena kami ingin kreativitas harus dengan keteraturan.

Lantas apa benefitnya?

Benefitnya adalah memiliki sistem kontrol kerja yang jelas dan kuat, meskipun fleksibilitas tetap berjalan.

Bentuk work approach and process apalagi?

Kami mengerjakan 80% in house program di mana peralatan dan studio juga dimiliki oleh perusahaan sehingga lebih efisien ketimbang menyewa dari pihak luar.

Proses selanjutnya?

Work Infrastructure, kami menyediakan sarana kerja yang menunjang dan nyaman. Selain itu, semua pendaftaran juga dikelola melalui sistem digital/online. Untuk People Development, kami menyelenggarakan “Jobvaganza” yakni perekrutan pegawai baru dari beberapa daerah. Kamilah tv pertama yang mengadakan program ini. Acara ini juga tidak berlabel “Job Fair” karena ingin memberi kesan “fun” sehingga namanya diganti menjadi “Jobvaganza” dengan konsep yang lebih ceria. Jobvaganza ini untuk menjaring broadcaster development program di mana jumlah kandidatnya setiap tahun mencapai 50.000 orang.

Untuk Reward system, jika ada yang mencapai target Rp 1 triliun misalnya, maka ketika target itu tercapai, jumlah sisa dari Rp 1 triliun itu dibagi menjadi dua. Sehingga kami pernah mendapat sampai 40 kali gaji dalam satu tahun sebagai bonus.

Apa yang dimaksudkan tranformasi di perusahaan Anda?

Dalam prosesnya yang kami lakukan adalah bagaimana mengubah kultur serta proses kerja dari tradisional ke modern. Transformasinya adalah bagaimana mengelola orang-orang kreatif agar berfikir out of the box dengan sebuah keteraturan. Dulu banyak orang yang pesimis bahwa proses itu tidak akan bisa terjadi, tapi nyatanya kami mampu membuktikan. Kami menjadi trendsetter dan first mover pada akhirnya.

 Cirinya di mana?

Kamilah yang pertama yang mengelola serta mencetak broadcaster development program yang kemudian diikuti oleh tv lain. Hasil didikan kami juga banyak dibajak oleh tv-tv lain. Selain itu, kami juga sebagai statiun tv pertama yang berseragam hitam, lalu diikuti oleh tv lain. Untuk itu, kami menjadi standar industri tv di Indonesia.

Memang kondisi industri tv dulu seperti apa sehingga harus bertransformasi?

Menurut saya, dulu kultur kerja para pekerja tv cenderung tidak memiliki tim kerja yang kuat. Kedua, biasanya dibangun oleh orang-orang yang benar-benar berpengalaman. Nah, untuk itu, kami percaya kedua faktor itu bisa dipecahkan yakni dengan program-program yang kami kerjakan. Kami mendidik orang yang tidak berpengalaman, bahkan latarbelakang pendidikannya berbeda jauh, untuk menjadi pekerja media yang kompeten.

Benchmarking-nya kemana?

Ibarat kertas putih, kami yang mendesain mereka sesuai kebutuhan perusahaan.

Ada berapa media yang dikelola sekarang?

Kami mengelola Trans TV, Trans 7, CNN TV untuk broadcasting. Untuk digital ada detik.com dan CNN, sedangkan pay tv ada TransVision.

Adakah tim yang dilibatkan untuk transformasi ini?

Kami tentu punya tim khusus di mana line of command sangat jelas. Kami ada evaluasi, meeting berkala, dll. Saya yang bertanggung jawab untuk corporate transformation program Trans TV.

Apakah menggunakan jasa konsultan?

Tidak ada

Seperti apa keterlibatan CEO atau pimpinan?

Keterlibatannya sangat jelas. Misalnya sering diadakannya meeting dengan BOD seminggu dua kali untuk memantau dan me-review hal apa saja yang telah, tengah dan akan dikerjakan. Segala bentuk masukan juga banyak datang dari BOD.

Key factor kesuksesan transformasi Trans TV?

Bisa dilihat dari sales, rating dan share. Pertumbuhan Trans TV setiap tahun mencapai 15-20%.

Apa hasil dari transformasi tadi?

Hidup tv itu bergantung pada share dan rating. Sejak tahun 2012 posisi kami terus merangkak, bahkan di quarter pertama 2014 kami menduduki posisi teratas. Beberapa program acara kami menjadi tayangan favorit dan ber-rating tinggi.

Jadi hidup tv bergantung pada iklan?

Benar. Hidup kami sangat bergantung pada iklan. Hampir 80% dari iklan, sisanya dari menjual program ke luar. Ada beberapa stasiun tv yang penjualannya tidak bagus, hal itu karena konten yang dimiliki tidak bisa dijual. Hal terpenting dalam industri tv adalah soal teknik, konten dan sales.

Ada berapa jumlah stasiun tv saat ini?

Jumlah sekitar 230 stasiun yang tersebar di 33 provinsi.

Apa tantangan dalam bertransformasi?

Pembajakan. Kami sudah bersusah payah mencetak talent, namun pada akhirnya “dicuri” oleh pihak lain. Tapi itu tidak apa-apa, itu bukti bahwa kami cukup berhasil mencetak talent di industri ini. (***

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)